Peninggalan Pahlawan Nasional Prof. Dr. M Sardjito Akan Dijual
Jakarta, CNN Indonesia — Sebuah berita mengejutkan datang dari rumah peninggalan pahlawan nasional, Prof dr M Sardjito di Terban, Kota Yogyakarta. Kerabatnya, Budhi Susanto, berencana untuk menjual rumah tersebut. Namun, tak seperti kebanyakan bangunan di sekitarnya yang menjadi kafe, rumah ini diharapkan bisa tetap berfungsi sebagai museum atau rumah tinggal.
Budhi Susanto sendiri mengungkapkan bahwa sudah menawarkan bangunan dan lahan warisan ini ke 10 pihak, termasuk UGM dan UII. Ia berharap salah satu dari kedua universitas tersebut bersedia membeli rumah tersebut.
Legasi Pahlawan dalam Ancaman Perubahan
Rumah peninggalan Prof. Dr. M Sardjito merupakan warisan bersejarah yang tak bisa dianggap enteng. Sardjito sendiri bukan hanya dikenal sebagai pahlawan nasional RI, tetapi juga merupakan rektor pertama UGM dan rektor ketiga UII. Budhi Susanto berharap rumah ini tetap dihuni secara pribadi atau bahkan bisa kembali difungsikan sebagai rumah dinas rektor.
Dengan lokasi yang strategis, di pusat kota Yogyakarta, rumah ini diprediksi masih akan memiliki banyak minat. Namun, Budhi sangat berharap agar rumah ini tidak berubah fungsi menjadi kafe seperti bangunan-bangunan di sekitarnya. Ia berharap rumah tersebut bisa direnovasi dengan baik, dijadikan museum Sardjito, atau bahkan digunakan sebagai rumah bakti sosial.
Tanggapan dari UGM dan UII
Setelah kabar penjualan rumah peninggalan Sardjito ini merebak, pihak UGM dan UII pun memberikan tanggapannya. Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, menyatakan bahwa pihaknya akan mengecek informasi lebih lanjut terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Sementara itu, Rektor UII, Fathul Wahid, mengatakan bahwa pembelian properti di luar kewenangan rektor dan akan berkonsultasi lebih lanjut dengan yayasan yang menaungi kampus.
Rumah bergaya arsitektur indische ini merupakan peninggalan bersejarah yang patut dilestarikan. Semasa hidupnya, Prof. Sardjito telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Diharapkan rumah ini tidak hanya dijual semata, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai sejarah dan kebermaknaan bagi masyarakat.
