LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›Ekonomi›Rosan Tawarkan Insentif hingga 300 Persen untuk Gaet Investor Masuk RI
Ekonomi

Rosan Tawarkan Insentif hingga 300 Persen untuk Gaet Investor Masuk RI

Rosan Tawarkan Insentif hingga 300 Persen untuk Gaet Investor Masuk RI

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan P. Roeslani menawarkan insentif hingga 300 persen bagi investor yang mau masuk ke penelitian dan pengembangan atau R&D di Indonesia. Pemerintah juga menyiapkan insentif hingga 200 persen untuk perusahaan yang memberi perhatian besar pada pelatihan dan pendidikan.

Rosan menyampaikan skema itu dalam Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (28/8). Ia menegaskan insentif tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menarik investasi sekaligus memperkuat sumber daya manusia dan ekosistem riset di dalam negeri.

“Jika perusahaan melakukan penelitian dan pengembangan di Indonesia, kami bisa memberikan insentif hingga 300 persen,” ujar Rosan. Terkait pelatihan dan pendidikan, ia menambahkan, “Jika perusahaan memberikan banyak fokus pada pelatihan dan pendidikan, pemerintah kami juga akan memberikan insentif hingga 200 persen.”

Rosan menyebut pemberian insentif itu merupakan langkah afirmatif pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan di Indonesia. Menurut dia, peluang investasi ke depan tidak hanya bertumpu pada hilirisasi mineral dan pengolahan komoditas.

Ia mengatakan ruang investasi juga terbuka di infrastruktur digital, teknologi, inovasi, dan industri yang disebutnya akan menopang pertumbuhan ekonomi masa depan. Dalam kesempatan itu, Rosan menyoroti potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan bisa mencapai US$360 miliar pada 2030.

Jakarta, kata Rosan, juga telah menjadi pusat data center utama di Indonesia. Ia menambahkan, pemerintah ingin infrastruktur generasi berikutnya yang siap untuk AI dibangun di Indonesia.

Rosan menilai Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar untuk mendukung pengembangan pusat data. Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi energi terbarukan Indonesia mencapai 3.600 gigawatt (GW), sedangkan kapasitas terpasang saat ini baru sekitar 15,1 GW.

“Potensinya mencapai 3.600 gigawatt energi terbarukan, tetapi kapasitas terpasang saat ini hanya sekitar 15,1 gigawatt, jadi kurang dari 1 persen,” jelasnya.

Selain sektor digital, Rosan juga membuka peluang investasi pada proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE). Ia menyebut Danantara tengah mendukung pipeline proyek WTE nasional di lebih dari 30 lokasi.

“Danantara mendukung pipeline nasional waste to energy di lebih dari 30 lokasi di seluruh Indonesia dengan nilai sekitar US$5 miliar,” terangnya.

Untuk Jakarta, Rosan mengatakan pemerintah dan Danantara masih membahas pengembangan fasilitas WTE bersama Pemprov DKI Jakarta. Di sisi lain, ia menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi melalui percepatan perizinan, kepastian regulasi, dan lingkungan bisnis yang lebih dapat diprediksi.

“Komitmen kami sangat jelas. Kami siap bermitra dengan investor, memobilisasi modal dan membantu mengubah proyek-proyek strategis menjadi kenyataan,” pungkasnya.

Sumber: CNN Indonesia

Penulis

Redaksi_Ekonomi

Redaksi Ekonomi KabarDPR bertugas menyajikan informasi dan pemberitaan seputar perkembangan ekonomi nasional dan global, kebijakan fiskal dan moneter, dunia usaha, investasi, perdagangan, perbankan, pasar modal, industri, UMKM, ketenagakerjaan, energi, serta ekonomi digital.