LIVEKamis, 20 Agustus 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
BerandaotomotifRaharja Dorong Keselamatan Transportasi dengan Program Pencegahan
otomotif

Raharja Dorong Keselamatan Transportasi dengan Program Pencegahan

Direktur Utama Jasa Raharja Dorong Keselamatan Transportasi Melalui Pencegahan

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan pentingnya perlindungan masyarakat tidak hanya dalam bentuk santunan, tetapi juga melalui langkah-langkah preventif yang dapat mengurangi angka kecelakaan di jalan. Menurutnya, menyelamatkan nyawa lebih baik daripada memberikan santunan setelah kecelakaan terjadi.

Data Jasa Raharja mencatat bahwa hingga tahun 2025, perusahaan tersebut telah menyalurkan santunan sebesar Rp3,22 triliun kepada lebih dari 153 ribu korban kecelakaan lalu lintas. Kebanyakan korban berasal dari kecelakaan kendaraan roda dua, yang masih menjadi moda transportasi utama di Indonesia.

Langkah Penting dalam Menekan Angka Kecelakaan

Awaluddin mencermati bahwa tingginya angka kecelakaan sepeda motor dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perilaku pengendara, kondisi infrastruktur, dan standar keselamatan kendaraan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas kendaraan menjadi langkah penting untuk mengurangi tingkat cedera akibat kecelakaan yang tak terelakkan.

Indonesia telah meraih sukses melalui kewajiban penggunaan helm berstandar SNI. Ke depan, penguatan regulasi keselamatan kendaraan, termasuk pada sistem pengereman dan perangkat keselamatan lainnya, dianggap perlu dengan memperhatikan kesiapan industri dan masyarakat.

Dukungan Terhadap Penguatan Regulasi Keselamatan Kendaraan

Agus Pambagio, seorang pengamat kebijakan publik, memberikan dukungan terhadap penguatan standar keselamatan kendaraan. Menurutnya, regulasi yang jelas, termasuk melalui penerapan sistem penilaian keselamatan seperti Indonesian Road Safety Rating (IDRS), dapat meningkatkan kesadaran akan keselamatan di kalangan pengguna jalan.

Jasa Raharja menilai kesuksesan Zero ODOL sebagai contoh bahwa peningkatan keselamatan dapat dicapai melalui kerjasama antara pemerintah, industri, dan masyarakat. Pendekatan kolaboratif ini layak diperluas untuk memperkuat agenda keselamatan transportasi secara keseluruhan.

Dengan adanya dukungan kebijakan, fasilitas pengujian kendaraan yang memadai, serta komitmen semua pihak terkait, diharapkan upaya membangun sistem transportasi yang lebih aman di Indonesia tidak hanya fokus pada penanganan korban, melainkan juga pada upaya pencegahan kecelakaan. Hal ini menjadi landasan utama dalam pembentukan budaya keselamatan berkelanjutan di Indonesia.

Source link

Penulis

Redaksi otomotif

Akun redaksi KabarDPR untuk kategori otomotif.