politik

Profil Akhmad Wiyagus: Perjalanan dari Perwira Polri ke Wamendagri

Profil Akhmad Wiyagus: Dari Korps Bhayangkara ke Kursi Wakil Menteri Dalam Negeri

Jakarta — Nama Komjen Pol. (Purn) Akhmad Wiyagus kini resmi masuk ke jajaran Kabinet Merah Putih. Presiden RI Prabowo Subianto melantik mantan perwira tinggi Polri itu sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10) sore. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 32 M Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Pelantikan ini menandai babak baru perjalanan karier Akhmad Wiyagus, sosok yang lebih dulu dikenal lewat rekam jejak panjang di kepolisian, baik di bidang operasional maupun pengawasan. Dari satuan lapangan di daerah hingga jabatan strategis di tingkat pusat, namanya kerap dikaitkan dengan disiplin kerja, integritas, dan pendekatan profesional dalam penugasan.

Jejak Pendidikan dan Awal Karier di Polri

Akhmad Wiyagus merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1988. Ia juga menempuh pendidikan tinggi di Universitas Trisakti dan meraih gelar Doktor Hukum. Latar pendidikan ini memperkuat profilnya sebagai perwira yang tidak hanya ditempa di lapangan, tetapi juga memiliki bekal akademik yang memadai untuk memahami persoalan hukum dan tata kelola pemerintahan.

Kariernya di institusi Polri dimulai dari level operasional. Ia pernah menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres Pandeglang, posisi yang menjadi pijakan awal sebelum kemudian memasuki penugasan-penugasan yang lebih besar. Dari sana, jalur kariernya terus menanjak hingga mengisi berbagai posisi penting yang menuntut ketelitian, ketegasan, dan kemampuan membaca situasi secara cepat.

Di antara jabatan yang pernah diembannya, Wiyagus tercatat pernah menjadi Kasatgas Penyidik KPK dan Direktur Pengaduan Masyarakat KPK. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ia tidak hanya berkutat pada fungsi keamanan, tetapi juga pernah bersinggungan langsung dengan kerja-kerja penegakan integritas dan respons atas laporan publik. Di tahap selanjutnya, ia dipercaya memimpin sejumlah kepolisian daerah sebagai kapolda di berbagai provinsi.

Rekam Jejak yang Dibaca sebagai Modal di Kementerian Dalam Negeri

Sebelum masuk ke kabinet, jabatan terakhir Wiyagus di Polri adalah Asisten Kapolri Bidang Operasi. Posisi ini merupakan salah satu peran penting dalam struktur kepolisian karena berkaitan erat dengan pengendalian operasi dan koordinasi pelaksanaan tugas di lapangan. Dengan pengalaman itu, publik menilai Wiyagus membawa modal kepemimpinan yang kuat untuk beradaptasi di lingkungan kerja Kementerian Dalam Negeri.

Pengangkatan mantan perwira tinggi Polri ke kursi Wamendagri juga menarik perhatian karena Kemendagri memiliki peran besar dalam urusan pemerintahan daerah, pembinaan administrasi wilayah, hingga koordinasi pelayanan publik. Di titik ini, latar belakang Wiyagus sebagai aparat yang lama bekerja dalam struktur komando dinilai relevan dengan kebutuhan kementerian yang membutuhkan ketegasan, disiplin, dan kemampuan koordinasi lintas sektor.

Nama Wiyagus juga pernah mendapat sorotan positif saat meraih Hoegeng Awards 2022 pada kategori Polisi Berintegritas. Penghargaan itu memperkuat citranya sebagai pejabat kepolisian yang dianggap menjaga profesionalitas di tengah tugas yang menuntut akuntabilitas tinggi. Dalam konteks penugasan barunya, rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan mengapa publik menaruh harapan besar padanya.

Sumpah Jabatan dan Harapan Publik ke Wamendagri Baru

Dalam prosesi pelantikan, Akhmad Wiyagus menyatakan kesediaannya untuk setia kepada Undang-Undang Dasar 1945 dan menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan demi bangsa dan negara. Ucapan itu menjadi penegasan awal atas amanah baru yang kini dipikulnya di kabinet.

Pelantikan ini tidak hanya dipandang sebagai rotasi jabatan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintah di sektor yang bersentuhan langsung dengan daerah. Wamendagri kerap berhadapan dengan isu-isu yang menuntut kecepatan respons, mulai dari pembinaan pemerintahan daerah, koordinasi kebijakan pusat-daerah, hingga peningkatan pelayanan publik. Karena itu, kehadiran Wiyagus diharapkan dapat memberi dorongan baru bagi efektivitas kerja kementerian.

Di tengah ekspektasi yang mengiringi, publik menanti apakah pengalaman panjangnya di kepolisian bisa diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah. Dengan latar belakang operasional, pengawasan, dan kepemimpinan lapangan yang telah ia jalani selama bertahun-tahun, Akhmad Wiyagus kini memasuki medan tugas yang berbeda, tetapi tetap menuntut ketegasan, ketelitian, dan kemampuan menjaga kepercayaan publik.