Malone Lam, warga Singapura, baru-baru ini tertangkap dan diadili di AS atas kasus pencurian kripto kolosal. Dalam kasus ini, Lam dihukum menghabiskan jumlah uang yang fantastis setiap malam di klub, dengan total mencapai USD 500.000. Selain itu, Lam juga dituduh membeli berbagai mobil mewah termasuk Pagani Huayra senilai USD 3,8 juta dan Lamborghini yang telah dimodifikasi.
Menurut laporan dari Straits Times, Departemen Kehakiman AS menyebutkan bahwa Lam dan tersangka lainnya, Jeandiel Serrano, ditangkap pada bulan September 2024. Mereka didakwa atas konspirasi mencuri dan mencuci kripto senilai lebih dari USD 230 juta. Jumlah bitcoin yang dicuri dari kasus ini diperkirakan bernilai lebih dari USD 450 juta, dengan nilai saat ini mencapai triliunan rupiah.

