Densus 88 Antiteror Polri melaporkan bahwa pelaku ledakan di SMA 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, terinspirasi oleh sejumlah tindakan kekerasan yang terjadi di luar negeri. Menurut Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, pelaku mulai tertarik dengan aksi kekerasan karena merasa tertindas dan memiliki dendam. Pelaku melakukan pencarian tentang aksi kekerasan di berbagai situs, yang kemudian menginspirasi mereka untuk bergabung dengan komunitas media sosial yang memuja kekerasan.
Mayndra mengungkapkan bahwa pelaku terinspirasi oleh enam orang dalam melakukan aksinya. Nama-nama orang tersebut tertulis di senjata mainan yang dibawa oleh pelaku. Beberapa dari mereka terlibat dalam penembakan massal di sekolah atau tempat ibadah di berbagai negara. Mayndra juga menegaskan bahwa pelaku sengaja melukai diri sendiri dalam insiden ledakan tersebut dan pelaku ditemukan terluka di lokasi kedua, setelah meledakkan bom di bank sampah dan taman baca.
Pelaku diduga tidak berada di tempat kejadian ketika bom meledak di area masjid sekolah, namun mereka terlibat dalam insiden ledakan di tempat lain. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sebanyak 96 orang mengalami luka. Polisi masih menyelidiki insiden ini, termasuk apakah pelaku dengan sengaja melukai diri sendiri atau tidak. Kasus ini menjadi perhatian karena peristiwa kekerasan di dunia maya semakin meningkat.

