Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia meminta warga dilindungi dengan informasi yang cepat dan akurat, serta memahami langkah yang harus dilakukan saat kondisi darurat terjadi.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. warga harus terlindungi, mendapatkan informasi yang cepat dan akurat, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan,” kata Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Menurut Eddy, perlu ada saluran informasi khusus yang disampaikan secara teratur kepada publik. Ia menilai langkah itu penting karena sebaran abu vulkanik telah meluas ke sejumlah wilayah dan berdampak pada mobilitas serta kesehatan masyarakat.
Berdasarkan pemantauan BMKG, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu teridentifikasi melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu. Abu vulkanik juga terpantau pada ketinggian hingga 20.000 kaki ke arah timur dan hingga 50.000 kaki ke arah barat.
Situasi tersebut berdampak pada keselamatan penerbangan dan menyebabkan sejumlah bandara ditutup sementara. Eddy karena itu meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat langkah perlindungan masyarakat di wilayah terdampak serta membuka kanal informasi khusus agar publik mengetahui kondisi terkini erupsi Anak Krakatau.
Informasi praktis untuk warga
Eddy menjelaskan, informasi dari BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah perlu diterjemahkan menjadi panduan praktis bagi warga. Panduan itu mencakup wilayah yang terdampak, kondisi kualitas udara, aktivitas luar ruangan, dan langkah perlindungan kesehatan.
Ia juga menekankan pentingnya distribusi masker dan pemenuhan kebutuhan kesehatan. Selain itu, fasilitas kesehatan perlu disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan keluhan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Informasi juga merupakan bentuk perlindungan. Masyarakat harus tahu apakah wilayahnya terdampak, bagaimana kondisi udaranya, apakah aman melakukan aktivitas di luar rumah, dan apa yang harus dilakukan jika terjadi hujan abu,” ujarnya.
Koordinasi lintas lembaga
Lebih jauh, Eddy meminta koordinasi lintas lembaga terus diperkuat karena dampak erupsi tidak berhenti pada satu sektor. Menurut dia, pemantauan aktivitas gunung api, pergerakan abu di atmosfer, keselamatan penerbangan, kesehatan masyarakat, dan kondisi wilayah pesisir membutuhkan koordinasi yang terintegrasi.
Ia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik, tetapi meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti seluruh arahan pemerintah dan otoritas terkait. Eddy juga mengingatkan agar publik tidak meremehkan risiko yang muncul akibat erupsi.
“Saya mengajak publik untuk tidak panik, tetapi jangan meremehkan risiko. Pemerintah harus cepat hadir untuk melindungi masyarakat dan masyarakat harus mengikuti informasi resmi. Keselamatan masyarakat tentunya menjadi prioritas utama,” tutur Eddy.
Sumber: ANTARA



