LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›Ekonomi›Pertamina Pastikan Harga Pertamax dan BBM Lain Tetap Mengacu Formula Pemerintah
Ekonomi

Pertamina Pastikan Harga Pertamax dan BBM Lain Tetap Mengacu Formula Pemerintah

Pertamina Tegaskan Harga Pertamax Tetap Ikuti Formula Pemerintah

PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex tetap mengikuti formula yang ditetapkan pemerintah. Kepastian ini disampaikan di tengah fluktuasi sejumlah parameter pembentuk harga, terutama harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

VP Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan perusahaan mengikuti kebijakan pemerintah dalam penetapan harga BBM, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.

“Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026,” ujar Kitty dalam keterangan resmi, Sabtu (12/9).

Untuk BBM nonsubsidi atau Jenis BBM Umum (JBU), penetapan harga juga tetap mengacu pada formula dan ketentuan yang berlaku. Kitty menegaskan, “Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah.”

Di kesempatan terpisah, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto sempat menyebut harga BBM nonsubsidi berpotensi berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribuan per liter apabila harga minyak dunia tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia,” ujar Eko dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

Menurut Eko, kondisi pasar energi global saat ini turut dipengaruhi konflik di Timur Tengah dan gangguan pada jalur energi, termasuk Selat Hormuz. Ia menyebut situasi itu berdampak terhadap ketersediaan dan harga minyak dunia.

“Perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil ya,” ujarnya.

Harga minyak dunia saat ini masih berada di atas US$100 per barel. Pada Jumat (11/9), harga minyak Brent naik sekitar 1 persen menjadi US$108,68 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 1 persen menjadi US$103,45 per barel.

Kedua harga acuan itu sebelumnya melonjak lebih dari 6 persen pada perdagangan Kamis (10/9). Secara mingguan, harga Brent dan WTI masing-masing telah naik hampir 13 persen.

Eko sebelumnya berharap harga minyak dunia dapat kembali turun ke kisaran US$60-US$70 per barel seperti sebelum krisis geopolitik. Namun, ia menyebut pergerakan harga tersebut masih bergantung pada perkembangan kondisi global.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus menjalankan kebijakan pemerintah terkait harga dan penyaluran BBM, serta menyesuaikan pelaksanaannya dengan ketentuan yang berlaku.

Sumber: CNN Indonesia

Penulis

Redaksi_Ekonomi

Redaksi Ekonomi KabarDPR bertugas menyajikan informasi dan pemberitaan seputar perkembangan ekonomi nasional dan global, kebijakan fiskal dan moneter, dunia usaha, investasi, perdagangan, perbankan, pasar modal, industri, UMKM, ketenagakerjaan, energi, serta ekonomi digital.