Ilham Pradipta (MIP), kepala cabang bank di Jakarta Pusat, terungkap telah melawan para tersangka sebelum akhirnya diculik dan dibunuh. Rekonstruksi kasus penculikan dan pembunuhan Ilham yang digelar di Polda Metro Jaya menghadirkan 17 tersangka, termasuk dua prajurit Kopassus TNI AD. Proses dimulai saat para tersangka berkumpul di sebuah warung kopi untuk merencanakan aksi penculikan, dimana uang diserahkan untuk membeli perlengkapan. Mereka kemudian menuju pusat belanja di Ciracas, Jakarta Timur untuk mengeksekusi korban.
Korban berhasil dihadang dan dimasukkan ke dalam mobil Avanza putih setelah perlawanan singkat. Dalam perjalanan, korban dihadiahi penganiayaan sebelum akhirnya tiba di Kemayoran untuk diserahkan kepada anggota TNI. Proses serah terima korban mengalami perdebatan, namun korban akhirnya dibuang di Cikarang. Korban ditemukan di area persawahan dengan tanda-tanda kekerasan.
Polisi telah menangkap 15 tersangka, termasuk pemilik usaha bimbel online yang dikenal sebagai crazy rich Jambi, serta dua prajurit TNI AD. Motif di balik penculikan dan pembunuhan tersebut adalah pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan. Rekening dormant merupakan rekening yang tidak aktif digunakan selama tiga bulan. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, mengungkapkan informasi tersebut dalam konferensi pers.

