crypto

Perkembangan Bitcoin dan Ethereum: Tertekan dan Kompak

Bitcoin dan Ethereum Sama-sama Tertekan, Pasar Kripto Masih Bergerak Hati-hati

Pasar kripto kembali menunjukkan wajah yang tidak sepenuhnya ramah bagi investor pada Jumat, 24 April 2026. Sebagian besar aset digital utama bergerak melemah, sementara hanya segelintir yang mampu bertahan atau naik tipis. Di tengah suasana yang cenderung hati-hati, Bitcoin dan Ethereum kembali menjadi pusat perhatian karena keduanya sama-sama tertekan, meski masih memegang kendali atas kapitalisasi pasar global.

Data Coinmarketcap.com memperlihatkan bahwa tekanan jual belum benar-benar mereda, terutama pada aset-aset besar yang biasanya menjadi penentu arah pasar. Pergerakan harga yang naik-turun dalam skala terbatas menandakan investor masih menunggu sinyal yang lebih jelas, baik dari kondisi makro maupun dari sentimen pasar kripto itu sendiri.

Bitcoin Masih Terbesar, Tapi Koreksi Belum Lepas

Bitcoin (BTC) tetap berada di posisi paling dominan di pasar kripto dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 1,56 triliun. Namun, status sebagai aset terbesar tidak otomatis membuatnya kebal terhadap tekanan. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin turun 0,32 persen ke level USD 78.159,78.

Penurunan tersebut memang tidak tergolong tajam, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya percaya diri. BTC masih bertahan di level tinggi, namun arah pergerakannya memperlihatkan adanya kehati-hatian dari pelaku pasar yang tampaknya belum berani masuk agresif.

Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin masih menjadi barometer utama. Saat pergerakannya melemah, pasar biasanya ikut menahan langkah. Itu pula yang terlihat hari ini, ketika minat beli belum cukup kuat untuk mendorong reli lanjutan.

Ethereum Ikut Melemah, Volatilitas Tetap Menjadi Tantangan

Jika Bitcoin hanya terkoreksi tipis, Ethereum (ETH) justru bergerak lebih berat. Aset kripto terbesar kedua di dunia itu turun 2,53 persen ke posisi USD 2.329,59. Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar USD 280,99 miliar, masih jauh di atas mayoritas aset lain, tetapi belum cukup untuk menahan tekanan yang datang.

Pergerakan Ethereum kali ini kembali menegaskan bahwa volatilitas masih menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari aset digital tersebut. Meski posisinya tetap kokoh di urutan kedua, ETH tampak belum menemukan momentum yang bisa mengangkat harganya secara meyakinkan.

Ketika Bitcoin dan Ethereum sama-sama melemah, pasar biasanya membaca situasi ini sebagai sinyal bahwa sentimen sedang kurang mendukung. Akibatnya, aset-aset lain pun cenderung bergerak lebih datar dan menunggu arah baru.

Stablecoin dan Altcoin Besar Masih Menunggu Pemicu Baru

Di tengah pelemahan aset utama, Tether (USDT) tetap stabil di harga USD 1,00 dengan kapitalisasi pasar USD 188,86 miliar. Sebagai stablecoin, USDT kembali menunjukkan perannya sebagai tempat berlindung sementara bagi investor saat volatilitas meningkat.

Sementara itu, XRP tercatat stagnan di level USD 1,43 dengan kapitalisasi pasar USD 88,37 miliar. Kondisi datar ini menggambarkan bahwa pasar masih menunggu katalis yang mampu menggerakkan minat beli. Tidak jauh berbeda, Binance Coin (BNB) juga terkoreksi tipis 0,24 persen ke USD 638,25, dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 86,04 miliar.

Deretan angka tersebut memperlihatkan satu pola yang sama: pasar belum benar-benar memilih arah. Aset-aset besar masih bertahan di papan atas, tetapi laju mereka tertahan oleh sikap wait and see yang belum juga hilang.

Melihat kondisi hari ini, investor tampaknya masih menimbang risiko dengan lebih ketat. Arah kripto dalam jangka pendek kemungkinan besar masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global dan respons pasar terhadap level harga yang kini sedang diuji.

Informasi harga dalam laporan ini mengacu pada data yang ditampilkan Coinmarketcap.com, sementara catatan kehati-hatian investasi merujuk pada peringatan yang disampaikan dalam materi Liputan6.com.