JPMorgan menyoroti perubahan yang makin jelas di dua pasar besar yang sama-sama jadi favorit investor: ETF bitcoin dan ETF emas. Jika selama ini emas kerap dianggap sebagai aset aman ketika pasar bergejolak, data terbaru yang dibaca para analis bank asal Amerika Serikat itu justru menunjukkan cerita yang lebih rumit. Di satu sisi, ada sinyal bahwa minat terhadap emas masih bertahan. Namun di sisi lain, sejumlah indikator pasar mengisyaratkan bahwa arus dukungan ke ETF emas belum sekuat yang terlihat di permukaan.
Dalam analisis yang dikutip dari JPMorgan, perbedaan arah antara ETF emas GLD dan ETF bitcoin IBIT semakin terlihat dari perilaku investor di pasar opsi, volatilitas tersirat, hingga cakupan pasar. Bagi para analis, rangkaian indikator ini memberi gambaran bahwa bitcoin justru mulai menunjukkan karakter pasar yang lebih matang, sementara emas menghadapi tantangan pada likuiditas dan partisipasi investor.
Emas Masih Punya Sinyal Bullish, Tapi Tidak Sepenuhnya Meyakinkan
JPMorgan mencatat adanya kesan yang lebih positif terhadap emas, setidaknya jika dilihat dari penurunan short interest dan rasio put-to-call yang lebih rendah pada GLD. Secara sederhana, kondisi itu bisa dibaca sebagai berkurangnya taruhan bearish dan masih adanya minat pada potensi kenaikan harga emas.
Meski begitu, para analis menilai sinyal tersebut belum cukup kuat jika dibandingkan dengan indikator lain. Volatilitas tersirat pada opsi GLD disebut naik lebih tajam dalam beberapa bulan terakhir ketimbang pada IBIT. Artinya, pasar justru memperkirakan pergerakan harga emas akan lebih liar, bukan lebih stabil. Bagi investor, ini bisa menjadi tanda bahwa keyakinan terhadap arah emas belum benar-benar solid.
Di saat yang sama, cakupan pasar untuk GLD juga melemah lebih besar dibandingkan IBIT. JPMorgan menyoroti meningkatnya rasio Hui-Heubel, indikator yang digunakan untuk mengukur likuiditas dan cakupan pasar. Kenaikan rasio ini mengarah pada partisipasi pasar yang lebih lemah di ETF emas, sesuatu yang bisa menjadi hambatan bagi reli yang berkelanjutan.
Bitcoin Dinilai Makin Dalam Likuiditasnya
Berbeda dengan emas, profil volatilitas bitcoin justru menunjukkan tanda-tanda penurunan. Menurut para analis JPMorgan, kondisi ini tidak semata-mata berarti bitcoin kehilangan daya tarik. Sebaliknya, penurunan volatilitas disebut mencerminkan kepemilikan institusional yang makin dalam dan likuiditas pasar yang semakin baik.
Dalam pandangan mereka, pasar bitcoin kini terlihat lebih mapan dibanding sebelumnya. Kehadiran investor institusional yang lebih besar dinilai membantu membentuk struktur pasar yang lebih kuat, sehingga pergerakan harga tidak lagi seterjal fase-fase awal adopsi kripto. Inilah salah satu alasan mengapa IBIT tampak lebih meyakinkan dalam beberapa indikator dibanding GLD.
JPMorgan sebelumnya juga menegaskan bahwa mereka tetap positif terhadap aset kripto sepanjang tahun ini. Sikap itu menunjukkan bahwa bank tersebut masih melihat ruang pertumbuhan pada bitcoin, terutama jika dibandingkan dengan emas yang kini menghadapi sinyal campuran dari pasar derivatif dan likuiditas.
Target Jangka Panjang Bitcoin Masih Dipertahankan
Awal bulan ini, analis JPMorgan kembali mengulang target harga jangka panjang bitcoin di level USD 266.000 atau sekitar Rp 4,50 miliar, dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.950. Proyeksi tersebut disusun berdasarkan perbandingan yang disesuaikan dengan volatilitas terhadap emas.
Dengan kata lain, JPMorgan tidak hanya membandingkan bitcoin dan emas sebagai dua aset populer, tetapi juga membaca bagaimana keduanya diperdagangkan, seberapa aktif partisipasi pasar, dan bagaimana investor memposisikan diri lewat instrumen turunan. Dari sudut pandang itu, bitcoin tampak sedang mendapat dorongan dari struktur pasar yang lebih sehat, sementara emas masih harus membuktikan bahwa minat bullish yang muncul benar-benar didukung arus dana yang kuat.
Atribusi sumber: analisis JPMorgan yang dikutip melalui Liputan6.com.
Catatan: keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Lakukan riset dan pertimbangan sebelum membeli atau menjual aset kripto.
