Monday, February 16, 2026
No menu items!
HomeotomotifPenjualan Mobil Listrik Melonjak 141% di 2025: Analisis Tren Pasar

Penjualan Mobil Listrik Melonjak 141% di 2025: Analisis Tren Pasar

Penjualan mobil listrik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025, menurut data yang disediakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Penjualan mobil listrik baterai (BEV) dari pabrik ke diler mengalami peningkatan hingga 141 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam hal volume, penjualan mobil listrik murni meningkat dari 43.188 unit pada tahun 2024 menjadi 103.931 unit pada tahun 2025, menyumbang lebih dari 12 persen dari total pasar mobil nasional.

Peningkatan ini menunjukkan perubahan preferensi pasar, di mana mobil listrik tidak lagi hanya dipandang sebagai produk niche tetapi mulai menjadi pilihan utama, terutama di wilayah perkotaan. Meskipun demikian, sektor hulu industri masih memiliki tantangan yang signifikan. Produksi mobil listrik BEV di Indonesia pada tahun 2025 hanya mencapai 24.727 unit, menunjukkan penurunan sebesar 4 persen dari tahun sebelumnya. Sebagian besar mobil listrik yang beredar di pasar domestik masih didatangkan dari luar negeri sebagai barang jadi (CBU), menandakan bahwa produksi lokal belum mampu memenuhi pertumbuhan permintaan yang cepat.

Selain itu, tren positif juga terjadi pada segmen kendaraan elektrifikasi lain, seperti hybrid electric vehicle (HEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Produksi mobil hybrid di dalam negeri tumbuh 38 persen menjadi 97.462 unit, menandakan bahwa produsen mobil melihat hybrid sebagai langkah transisi yang realistis menuju elektrifikasi penuh. Meskipun demikian, kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) terus mengalami penurunan penjualan, menunjukkan bahwa pasar otomotif Indonesia sedang mengalami transisi besar ke kendaraan listrik.

Secara keseluruhan, data Gaikindo menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia semakin bergerak menuju elektrifikasi, dengan peluang besar bagi pertumbuhan mobil listrik. Namun, tantangan terbesar ke depan adalah memastikan keseimbangan antara permintaan dan produksi lokal agar Indonesia dapat menjadi basis manufaktur kendaraan listrik yang kuat di masa depan. Dengan investasi yang tepat dan kebijakan yang mendukung, Indonesia berpotensi menjadi pemimpin dalam produksi mobil listrik di Asia Tenggara.

Source link

BERITA TERKAIT

Paling Populer