Peningkatan Kerusakan Gedung dan Gereja Akibat Gempa Bitung M7.6
Bitung diguncang gempa bermagnitudo 7,6 yang menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menimbulkan getaran luas hingga ke sejumlah wilayah di sekitarnya. Bukan hanya terasa kuat, guncangan ini juga memunculkan laporan kerusakan pada beberapa bangunan, termasuk gedung dan gereja, serta memicu kewaspadaan terhadap potensi tsunami di kawasan timur Indonesia.
BMKG mencatat pusat gempa berada pada kedalaman 62 kilometer, dengan lokasi episentrum sekitar 129 kilometer tenggara Bitung. Dari hasil pemantauan, dampak gempa tidak berhenti di satu titik, melainkan menyebar ke beberapa daerah dengan tingkat guncangan yang berbeda-beda. Di sejumlah wilayah, getaran cukup kuat untuk membuat warga keluar rumah dalam keadaan panik.
Guncangan Terkuat Terasa di Ternate
Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yang dirilis BMKG, Kota Ternate mengalami guncangan pada level V-VI MMI. Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh hampir seluruh penduduk. Banyak warga disebut terkejut dan berlarian ke luar rumah, sementara sebagian bangunan mengalami kerusakan. Skala ini menunjukkan bahwa gempa tidak sekadar terasa, tetapi juga mulai meninggalkan dampak fisik pada lingkungan terbangun.
Di Manado, intensitas gempa tercatat pada level IV-V MMI. Pada skala tersebut, hampir seluruh penduduk terbangun dan merasakan jelas adanya getaran. Meski tingkatnya sedikit lebih rendah dibanding Ternate, dampaknya tetap cukup untuk mengganggu aktivitas warga pada malam atau dini hari, tergantung waktu kejadian.
Kerusakan Bangunan Mulai Dilaporkan
Selain getaran yang meluas, BMKG juga melaporkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan. Informasi yang muncul menyebut gedung dan gereja termasuk di antara fasilitas yang terdampak. Meski rincian tingkat kerusakan belum dijabarkan dalam laporan tersebut, temuan ini menjadi penanda bahwa gempa dengan magnitudo besar seperti ini berpotensi menimbulkan dampak struktural, terutama pada bangunan yang tidak sepenuhnya siap menghadapi guncangan kuat.
Di wilayah Bone Bolango dan Gorontalo Utara, gempa dirasakan pada intensitas III MMI. Pada level ini, getaran umumnya terasa jelas di dalam rumah, seperti ada kendaraan berat yang melintas di dekat bangunan. Sementara itu, di Boalemo dan Pohuwato, guncangan tercatat pada intensitas II-III MMI, yang berarti masih cukup terasa meski tidak sekuat wilayah lain.
BMKG Ingatkan Ancaman Tsunami di Sejumlah Wilayah
Yang membuat situasi ini semakin serius adalah peringatan potensi tsunami. BMKG mengidentifikasi kemungkinan gelombang dengan ketinggian sekitar 0,5 hingga 3 meter di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani turut mengingatkan masyarakat agar memperhatikan ancaman tersebut dan tetap waspada terhadap perubahan kondisi laut.
Dengan karakter gempa yang kuat, kedalaman yang tidak terlalu dangkal, dan sebaran getaran yang luas, peristiwa ini menunjukkan bahwa dampaknya tidak bisa dipandang ringan. Laporan BMKG menempatkan Bitung dan wilayah sekitarnya dalam kondisi siaga, terutama di daerah pesisir yang masuk dalam zona potensi tsunami.
Atribusi sumber: informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan laporan BMKG dan pernyataan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.


