LIVEKamis, 20 Agustus 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
BerandacryptoPengusaha Kanada Bongkar Hal Terburuk Bitcoin
crypto

Pengusaha Kanada Bongkar Hal Terburuk Bitcoin

Pengusaha Kanada Frank Giustra kembali melontarkan kritik keras terhadap Bitcoin, kali ini dengan menyorot satu nama yang menurutnya paling bermasalah dalam ekosistem aset kripto tersebut: Michael Saylor. Dalam pandangannya, bukan hanya harga Bitcoin yang menjadi sorotan, melainkan juga budaya di sekelilingnya yang dinilai ikut membentuk narasi berlebihan dan penuh euforia.

Giustra menanggapi situasi Bitcoin yang masih diperdagangkan sekitar 50% di bawah rekor tertingginya. Pada 6 Oktober 2025, harga aset digital itu sempat menyentuh US$ 126.080 atau sekitar Rp 2,27 miliar, namun pergerakannya tetap belum kembali ke level puncak yang pernah dicapai sebelumnya. Dari titik inilah Giustra memperluas kritiknya, bukan hanya ke harga, tetapi juga ke figur-figur yang dianggap memengaruhi arah percakapan publik soal Bitcoin.

Giustra: Saylor adalah masalah terbesar bagi Bitcoin

Menurut Giustra, Michael Saylor, pendiri sekaligus ketua eksekutif Strategy, adalah “hal terburuk” yang pernah terjadi pada Bitcoin. Pernyataan itu menambah panjang daftar kritik Giustra terhadap pendekatan agresif Strategy dalam menumpuk cadangan Bitcoin, yang selama ini menjadi salah satu strategi paling disorot di pasar kripto.

Giustra juga menanggapi komentar yang menyebut kritik terhadap Saylor mungkin muncul karena dirinya tidak hadir dalam debat melawan Saylor pada April 2021. Namun, alih-alih meredakan nada bicara, Giustra justru menegaskan kembali pandangannya bahwa masalah Bitcoin tidak berhenti pada fluktuasi harga, melainkan juga pada figur-figur yang membangun kultus di sekitarnya.

Dalam perbandingan yang ia ajukan, Giustra mengingat bahwa pada April 2021 Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$ 65.000 atau kurang lebih Rp 1,17 miliar, sementara harga emas berada di US$ 1.700 atau sekitar Rp 30,66 juta per ons. Kini, menurut dia, kondisi telah berubah signifikan untuk emas yang sudah menembus di atas US$ 4.000 per ons, sedangkan Bitcoin masih bergerak dalam rentang yang tidak jauh berbeda dari level sebelumnya.

Maximalisme Bitcoin mulai kehilangan tenaga

Kritik Giustra muncul di tengah perdebatan yang lebih luas soal masa depan maximalisme Bitcoin. Pada 2 Agustus 2026, Nic Carter menyatakan bahwa era maximalisme Bitcoin telah berakhir. Ia menilai Bitcoin justru bisa berkembang lebih sehat tanpa kultus yang selama ini melekat kuat di sekitarnya.

Pandangan serupa, meski dengan nada yang lebih tajam, datang dari analis Jan Nieuwenhujis. Ia bahkan menyebut Michael Saylor berpotensi mengalami kegagalan dan bangkrut. Meski pernyataan itu tidak mengubah posisi Strategy sebagai perusahaan dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia, komentar tersebut memperlihatkan bahwa sorotan terhadap pendekatan Saylor semakin meluas dan tak lagi hanya datang dari pihak luar, tetapi juga dari sesama pengamat pasar kripto.

Di titik ini, Bitcoin tidak hanya diperdebatkan sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai simbol ideologis. Bagi para pengkritik, persoalannya bukan semata soal potensi kenaikan harga, melainkan juga soal bagaimana narasi yang terlalu absolut bisa membuat pasar kehilangan jarak terhadap realitas.

Kritik lama yang kembali menguat

Bagi Giustra, serangannya terhadap Saylor bukan hal baru. Sebelumnya ia sudah menuding model akumulasi Bitcoin milik Strategy lebih banyak digerakkan oleh promosi, keserakahan, dan Fear of Missing Out atau FOMO. Dengan kata lain, ia melihat strategi tersebut bukan sebagai pendekatan investasi yang netral, melainkan sebagai mesin narasi yang terus mendorong euforia pasar.

Kritik semacam ini penting karena menyoroti satu sisi yang kerap luput dari diskusi publik: pengaruh tokoh besar dalam membentuk persepsi investor ritel. Ketika sosok seperti Saylor terus berada di pusat perhatian, Bitcoin tidak lagi dibaca hanya sebagai aset, tetapi juga sebagai gerakan yang memiliki loyalitas, bahasa sendiri, dan tekanan psikologis bagi para pengikutnya.

Giustra tampaknya ingin menegaskan bahwa justru di situlah letak persoalan terbesar Bitcoin hari ini. Selama narasi terus dikendalikan oleh figur-figur yang mendorong keyakinan tanpa ruang kritik, menurutnya, pasar akan sulit menilai Bitcoin secara lebih waras dan proporsional.

Dalam lanskap yang semakin ramai oleh komentar tajam, pernyataan Giustra menempatkan kembali satu pertanyaan lama di meja diskusi: apakah Bitcoin masih dinilai dari fundamentalnya, atau justru dari seberapa kuat tokoh-tokoh di sekelilingnya menjaga api keyakinan tetap menyala?

Penulis

Redaksi crypto

Akun redaksi KabarDPR untuk kategori crypto.