Pemegang Saham Satsuma Sepakat Likuidasi Aset Bitcoin
Sebuah keputusan mengejutkan diambil oleh pemegang saham Satsuma baru-baru ini terkait likuidasi aset Bitcoin perusahaan. Pada Desember, Satsuma menjual 579 BTC senilai £ 40 juta atau Rp 957,63 miliar untuk membayar kembali pemegang obligasi yang tidak mengkonversi utang menjadi saham. Sebuah langkah yang diambil setelah harga Bitcoin merosot drastis dari puncaknya.
Satu Langkah Demi Kepemilikan yang Lebih Mantap
Penggalangan dana oleh investor yang menyumbangkan sebanyak 1.097 BTC bernilai hampir US$ 97 juta atau Rp 1,7 triliun saat ini menjadi perhatian. Namun, Satsuma merasa perlu untuk menjual sebagian besar Bitcoinnya guna mengembalikan modal kepada para pemegang obligasi. Meskipun langkah ini diambil dengan penuh pertimbangan, namun keputusan ini menjadi sorotan.
Hal ini terjadi ketika saham Satsuma (LSE: SATS) telah jauh turun dari puncaknya pada Juni 2025, kehilangan lebih dari 99% dari nilai tersebut. Para investor, termasuk Pantera, mulai mendorong Satsuma agar melikuidasi sisa aset Bitcoinnya untuk mengembalikan modal kepada para pemegang saham.
Perubahan Strategi dalam Tren Bitcoin Korporat
Penghentian kepemilikan Bitcoin oleh Satsuma menjadi perhatian utama di tengah pemegang Bitcoin korporat lainnya yang sedang meninjau kembali strategi investasi mereka. Sebaliknya, Empery Digital baru saja menjual 1.400 BTC dengan nilai yang cukup tinggi guna membiayai investasi pusat data AI dan melunasi utang.
Di sisi lain, The Smarter Web Company (TSWC), perusahaan perbendaharaan Bitcoin terkemuka di Inggris, juga mendapat perhatian dengan pemotongan target harga sebesar 36% oleh TD Cowen. Meskipun demikian, TSWC masih mempertahankan peringkat Beli dengan kepemilikan Bitcoin senilai lebih dari US$ 191 juta atau Rp 3,4 triliun.



