BitMine, pemegang Ethereum terbesar, memanfaatkan volatilitas harga aset digital untuk meluaskan kepemilikannya. Transaksi terbaru yang dilakukan BitMine melibatkan akuisisi sekitar 20.000 ETH senilai USD 41,98 juta atau sekitar Rp 708,01 miliar. Dengan pembelian ini, BitMine semakin mendekati tujuan jangka panjangnya untuk menguasai lima persen dari total pasokan Ethereum yang beredar.
Data dari Strategic ETH Reserve menunjukkan bahwa BitMine telah mencapai lebih dari 70% dari target tersebut dengan memiliki 4,29 juta ETH. Meskipun harga Ethereum mengalami penurunan 31% selama 30 hari terakhir dan mencapai level terendah sejak Mei 2025, BitMine tetap komitmen pada token kripto ini. Chairman BitMine, Tom Lee, yakin bahwa Ethereum adalah masa depan keuangan dan menganggap volatilitas saat ini sebagai sebuah fitur, bukan kesalahan.
Meskipun istilah “Musim Dingin Kripto” semakin populer, fundamental jaringan Ethereum tetap kuat. BitMine juga telah melampaui strategi perbendaharaan “beli dan tahan” sederhana. Dengan langkah-langkah yang diambil, BitMine terus memperkuat posisinya dalam pasar aset digital.

