Microsoft dan NVIDIA Mendukung Windows on Arm dengan Kekuatan AI
Microsoft dan NVIDIA bekerja sama untuk meningkatkan pengalaman pengguna Windows on Arm dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini diambil untuk memastikan aplikasi lama berbasis x86 dapat berjalan dengan lancar di platform Arm. Dalam ajang COMPUTEX 2026, kedua perusahaan tersebut memperkenalkan inovasi terbaru mereka.
RTX Spark Superchip: Performa Tinggi dan Efisiensi Daya
NVIDIA memperkenalkan RTX Spark Superchip, varian terbaru dari platform Grace Blackwell yang ditujukan untuk laptop dan mini PC. Chip ini diklaim memiliki performa AI hingga 1 Petaflop dengan efisiensi daya yang lebih baik daripada platform PC konvensional. Hal ini diharapkan dapat mempercepat transisi pengguna dari x86 ke ARM.
Di sisi lain, Microsoft memamerkan konsep “agentic AI” dalam acara Build 2026. Teknologi ini dirancang untuk membantu mengoptimalkan aplikasi x86 agar dapat berjalan dengan lebih optimal di sistem ARM. Dengan dukungan AI, proses porting aplikasi dapat dipercepat, mengurangi kerumitan yang biasanya terjadi.
Peningkatan Kompatibilitas Aplikasi di Windows on Arm
Menurut Microsoft, sebagian besar waktu penggunaan Windows on Arm saat ini sudah dialokasikan untuk aplikasi native. Meskipun demikian, masih ada sejumlah aplikasi dan game lama yang belum sepenuhnya kompatibel dengan emulasi seperti Prism. Kehadiran AI diharapkan dapat mengatasi masalah kompatibilitas ini dan menjadikan ekosistem Windows on Arm semakin matang.
Meskipun AI telah membantu dalam proses ini, aplikasi kompleks dengan sistem keamanan yang ketat, termasuk game dengan fitur anti-cheat, tetap memerlukan intervensi langsung dari pengembang. Namun, dengan upaya terus-menerus, dapat dipastikan bahwa pengalaman pengguna Windows on Arm akan semakin baik di masa mendatang.
