OPPO A6c Muncul dengan Baterai 7000 mAh dan IP64, Sinyal Masuk Indonesia Kian Kuat
OPPO kembali menambah amunisi di kelas entry-level lewat OPPO A6c, perangkat yang sudah muncul dengan nomor model CPH2895. Kehadirannya menarik perhatian bukan hanya karena statusnya sebagai model baru, tetapi juga karena beberapa spesifikasi yang cukup menonjol untuk ponsel di segmennya. Salah satu yang paling disorot adalah baterai besar 7000 mAh, ditambah ketahanan terhadap debu dan percikan air dengan rating IP64.
Yang membuat perangkat ini semakin relevan untuk pasar Indonesia, OPPO A6c versi global sudah lebih dulu beredar di sejumlah negara dan juga telah mengantongi sertifikasi SDPPI Postel dari Komdigi. Meski belum ada pengumuman resmi soal jadwal peluncurannya di Tanah Air, jejak sertifikasi tersebut biasanya menjadi sinyal kuat bahwa kehadirannya tinggal menunggu waktu.
Layar 120 Hz dan desain sederhana khas kelas entry-level
OPPO A6c membawa layar IPS 6,75 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate hingga 120 Hz. Kombinasi ini membuatnya terlihat cukup kompetitif di kelas pemula, terutama bagi pengguna yang menginginkan pengalaman visual lebih mulus saat scrolling maupun membuka aplikasi harian. Di bagian atas layar, OPPO masih mempertahankan notch model waterdrop untuk menampung kamera depan.
Dari sisi desain, OPPO A6c versi global disebut berbeda dengan versi Tiongkok. Perbedaan itu tidak hanya terlihat pada tampilan, tetapi juga menyangkut chipset dan kapasitas baterai. Artinya, OPPO tampaknya menyesuaikan perangkat ini untuk kebutuhan dan strategi pasar yang berbeda di tiap wilayah.
Chipset UNISOC T7250, RAM 4 GB, dan penyimpanan hingga 128 GB
Di sektor performa, OPPO A6c versi global mengandalkan UNISOC T7250. Chipset ini dipasangkan dengan RAM LPDDR4X 4 GB serta penyimpanan internal UFS 2.2 hingga 128 GB. Konfigurasi tersebut menunjukkan bahwa OPPO menempatkan A6c sebagai perangkat harian yang fokus pada efisiensi dan kebutuhan dasar, bukan untuk kelas performa tinggi.
Untuk pengguna yang lebih banyak memakai ponsel untuk komunikasi, media sosial, streaming, dan aplikasi ringan, spesifikasi seperti ini masih cukup masuk akal. Apalagi, penggunaan penyimpanan UFS 2.2 biasanya memberi respons yang lebih baik dibandingkan standar penyimpanan yang lebih lawas di kelas harga serupa.
Baterai 7000 mAh, kamera 13 MP, dan fitur yang tetap fungsional
Sektor daya menjadi salah satu daya tarik utama OPPO A6c. Versi globalnya dibekali baterai 7000 mAh, lebih besar dibandingkan versi Tiongkok yang memakai baterai 6500 mAh. OPPO juga menyertakan pengisian daya 15 W melalui kabel, serta dukungan reverse wired charging hingga 5 W. Dengan kapasitas sebesar ini, perangkat ini jelas diarahkan untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai panjang.
Di bagian kamera, OPPO A6c membawa kamera utama 13 MP yang ditemani satu kamera bonus serta LED flash. Untuk kebutuhan swafoto, tersedia kamera depan 5 MP yang ditempatkan di notch waterdrop. Susunan kamera ini menegaskan bahwa perangkat ini tidak mengejar gimmick, melainkan fungsi dasar yang cukup untuk penggunaan sehari-hari.
Fitur lainnya juga masih tergolong lengkap untuk kelas entry-level, seperti sensor sidik jari di tombol power, audio combo jack 3,5 mm, dan ketahanan debu serta air dengan sertifikasi IP64. OPPO A6c juga hadir dalam tiga pilihan warna, yakni Feather White, Stone Brown, dan Feather Purple.
Berdasarkan informasi yang beredar dan laporan dari sumber industri, OPPO A6c versi global sudah resmi meluncur di Thailand. Dengan sertifikasi yang sudah muncul di Indonesia, peluang perangkat ini untuk masuk pasar lokal terlihat cukup besar. Tinggal menunggu apakah OPPO akan membawa model ini sebagai opsi baru di segmen terjangkau yang kini semakin padat persaingan.



