berita

Open House Pramono-Rano: Warga Jakarta Serbu Balai Kota

Open House Pramono-Rano di Balai Kota Diserbu Warga, Silaturahmi Jadi Pusat Perhatian

Jakarta — Balai Kota DKI Jakarta menjadi tujuan banyak warga pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3). Open House yang digelar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menarik perhatian warga dari berbagai lapisan, yang datang untuk bersalaman dan bersilaturahmi langsung di Pendopo Balai Kota.

Sejak pagi, antrean warga terlihat tertib. Mereka menunggu giliran untuk bertemu langsung dengan dua pimpinan baru Jakarta itu. Yang datang pun bukan hanya kalangan tertentu. Ada pengemudi ojek online, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), hingga penyintas stroke yang tergabung dalam komunitas Kawan Stroke Indonesia (KaSi).

Suasana akrab terasa kental dalam kegiatan tersebut. Open House ini menjadi salah satu momen pertama yang mempertemukan Pramono-Rano dengan warga dalam suasana Lebaran, sekaligus memperlihatkan pendekatan yang ingin mereka bangun sejak awal masa kepemimpinan.

Warga dari Berbagai Kalangan Datang Bergantian

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi menunjukkan warga datang bergantian dan tetap menjaga ketertiban saat mengantre di area pendopo. Kehadiran mereka mencerminkan beragamnya kelompok masyarakat yang ingin memanfaatkan momen Idulfitri untuk bersalaman langsung dengan gubernur dan wakil gubernur.

Di antara yang hadir, tampak juga mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bersama istrinya. Kehadiran Djarot menambah nuansa silaturahmi yang lebih luas dalam acara tersebut, yang tidak hanya dihadiri warga umum tetapi juga sejumlah tokoh yang pernah memimpin Jakarta.

Rano Karno mengatakan Open House itu memang dirancang agar dirinya dan Pramono bisa bertemu langsung dengan masyarakat serta jajaran perangkat daerah. Menurut dia, momentum seperti ini penting untuk menjaga kedekatan antara pemerintah daerah dan warga.

“Hari ini adalah kita istilahnya open house, sengaja kita bikin di sini supaya bisa ketemu dengan teman-teman dari OPD, kemudian juga dengan masyarakat,” kata Rano di Balai Kota.

Jelang Halal Bihalal, Pramono-Rano Ingin Momentum Lebaran Tetap Berlanjut

Rano menyebut Open House ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju acara Halal Bihalal yang dijadwalkan berlangsung pada 11 April mendatang. Ia menyebut momen Ramadan, Idulfitri, hingga Halal Bihalal sebagai satu rangkaian yang bisa dimanfaatkan Jakarta untuk memperkuat kebersamaan.

“Ini adalah menjelang kita paripurna, paripurna arti gini, insyaallah tanggal 11 April besok kita ada Halal Bihalal, nah jadi kegiatan dari mulai Ramadan, Idul Fitri kemudian Halal Bihalal ini menjadi kegiatan Jakarta meningkatkan Global City Index-nya sebetulnya,” ucap dia.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa agenda keagamaan dan sosial yang digelar pemerintah daerah tidak sekadar seremoni, tetapi juga diposisikan sebagai bagian dari citra Jakarta sebagai kota global yang tetap menjaga nilai kebersamaan di tengah aktivitas pemerintahan.

Pesan “Jaga Jakarta” Mengemuka Usai Salat Id di Balai Kota

Sebelum Open House dimulai, Pramono dan Rano lebih dulu menunaikan salat Idulfitri di halaman Balai Kota. Salat Id tersebut dihadiri sekitar 2.000 orang, dengan Wakil Presiden ke-13 RI K.H. Ma’ruf Amin bertindak sebagai khatib.

Usai salat, Pramono menegaskan bahwa pesan utama Idulfitri tahun ini adalah menjaga Jakarta tetap aman dan stabil. Ia menyebut slogan “Jaga Jakarta” bukan sekadar tema acara, melainkan pesan yang terus ia gaungkan dalam berbagai kegiatan keagamaan.

“Jadi, seperti yang saya sampaikan berulang kali, ‘Jaga Jakarta’ ini menjadi tema utama yang selalu dikemukakan ketika mengadakan acara-acara keagamaan,” kata Pramono usai salat Id di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (21/3) pagi, seperti diberitakan Antara.

Pramono juga berharap Jakarta tetap berada dalam kondisi baik di tengah situasi global yang belum stabil. Menurut dia, kebersamaan warga menjadi salah satu kunci agar ibu kota tetap kuat menghadapi berbagai tekanan dari luar.

“Mudah-mudahan dengan kita semua menjaga Jakarta, walaupun dunia tidak sedang baik-baik saja, tetapi bismillah, Jakarta mudah-mudahan baik-baik saja,” ujar Pramono.