LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›Ekonomi›OJK Catat 15 Bank Ditutup hingga September 2026
Ekonomi

OJK Catat 15 Bank Ditutup hingga September 2026

Bakrie & Brothers dan Produsen Sari Roti Dihukum OJK, Ini Sebabnya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha 15 bank sepanjang 2026 hingga 25 September. Penutupan terbaru terjadi pada PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Musyarakah Ummat Indonesia di Tangerang, Banten.

BPRS tersebut berlokasi di Jl. KH. Hasyim Ashari No. 8, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten. Pencabutan izin itu tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-72/D.03/2026 tanggal 25 September 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT BPRS Musyarakah Ummat Indonesia.

Sebelumnya, pada Januari 2026, OJK mencabut izin usaha PT BPR Suliki Gunung Mas di Sumatra Barat per 7 Januari 2026 dan PT BPR Prima Master Bank di Surabaya, Jawa Timur pada 27 Januari 2026.

Memasuki Februari, giliran Perumda BPR Bank Cirebon di Jawa Barat yang izinnya dicabut pada 9 Februari 2026, disusul PT BPR Kamadana di Kabupaten Bangli, Bali pada 18 Februari 2026.

Pada Maret, OJK mencabut izin PT BPR Koperindo Jaya di Jakarta Pusat efektif 9 Maret 2026 dan PT BPR Pembangunan Nagari di Kabupaten Agam, Sumatra Barat pada 31 Maret 2026.

Penutupan berlanjut pada April saat PT BPR Sungai Rumbai di Sumatera Barat dicabut izinnya per 7 April 2026. Pada Juni, OJK juga mencabut izin usaha PT BPR Ceper Permata Artha di Jawa Tengah per 25 Juni 2026.

Sepanjang Juli 2026, OJK menutup tiga bank, yakni PT BPR Dwicahaya Nusaperkasa di Jawa Timur per 3 Juli 2026, PT BPR Mataram Mitra Manunggal di Yogyakarta per 7 Juli 2026, dan PT BPR Syariah Hasanah Mandiri di Depok, Jawa Barat per 16 Juli 2026.

Berikutnya pada Agustus 2026, izin usaha PT BPR Citra Bersada Abad, Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi dicabut efektif 19 Agustus 2026. Lalu pada September 2026, OJK menutup PT BPRS Gaido Indonesia di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 1 September 2026, PT BPR Pasarraya Kuta di Bali pada 17 September 2026, dan PT BPRS Musyarakah Ummat Indonesia di Tangerang, Banten pada 25 September 2026.

Dengan pencabutan izin tersebut, seluruh kegiatan operasional bank dihentikan dan kantor ditutup untuk umum. OJK juga menyampaikan bahwa penyelesaian hak dan kewajiban masing-masing bank akan dilakukan oleh tim likuidasi yang dibentuk oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Penyelesaian hak dan kewajiban dilakukan oleh tim likuidasi yang akan dibentuk oleh Lembaga Penjamin Simpanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis OJK.

Selain itu, direksi, dewan komisaris, maupun pemegang saham dari masing-masing BPR yang izinnya dicabut dilarang melakukan tindakan hukum terkait aset dan kewajiban bank tanpa persetujuan tertulis dari LPS.

Daftar 15 bank yang tutup per 25 September 2026 adalah sebagai berikut:

1. PT BPR Suliki Gunung Mas, Sumatra Barat (7 Januari 2026)

2. PT BPR Prima Master Bank, Surabaya, Jawa Timur (27 Januari 2026)

3. Perumda BPR Bank Cirebon, Jawa Barat (9 Februari 2026)

4. PT BPR Kamadana, Bangli, Bali (18 Februari 2026)

5. PT BPR Koperindo Jaya, Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9 Maret 2026)

6. PT BPR Pembangunan Nagari, Agam, Sumatra Barat (31 Maret 2026)

7. PT BPR Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (7 April 2026)

8. PT BPR Ceper Permata Artha, Klaten, Jawa Tengah (25 Juni 2026)

9. PT BPR Dwicahaya Nusaperkasa, Batu, Jawa Timur (3 Juli 2026)

10. PT BPR Mataram Mitra Manunggal, Yogyakarta (7 Juli 2026)

11. PT BPR Syariah Hasanah Mandiri, Depok, Jawa Barat (16 Juli 2026)

12. PT BPR Citra Bersada Abad, Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi (19 Agustus 2026)

13. PT BPRS Gaido Indonesia, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (1 September 2026)

14. PT BPR Pasarraya Kuta, Bali (17 September 2026)

15. PT BPRS Musyarakah Ummat Indonesia di Tangerang, Banten (25 September 2026)

Sumber: CNN Indonesia

Penulis

Redaksi_Ekonomi

Redaksi Ekonomi KabarDPR bertugas menyajikan informasi dan pemberitaan seputar perkembangan ekonomi nasional dan global, kebijakan fiskal dan moneter, dunia usaha, investasi, perdagangan, perbankan, pasar modal, industri, UMKM, ketenagakerjaan, energi, serta ekonomi digital.