Jeremy Grantham, miliarder terkenal kembali memberikan kritik pedas terhadap Bitcoin. Menurut pendiri GMO, aset kripto terbesar ini akan perlahan kehilangan relevansinya dalam beberapa dekade mendatang.
Bitcoin di Mata Jeremy Grantham
Grantham menyebut bahwa Bitcoin adalah aset spekulatif yang tidak memiliki nilai intrinsik. Ia juga mempertanyakan kinerja Bitcoin selama pasar bullish dan meragukan kegunaan praktis dari aset digital tersebut.
“Nilai Bitcoin akan terus menyusut dalam kurun waktu puluhan tahun ke depan. Hal ini akan terjadi bukan dalam bentuk ‘ledakan’, melainkan dengan merintih perlahan,” ujar Grantham dalam wawancara dengan CNBC.
Kritik Terhadap Bitcoin
Meskipun popularitas Bitcoin meningkat, Grantham menilai bahwa aset ini tidak dapat menjadi pilihan utama untuk spekulasi maupun transaksi nyata.
“Bitcoin tidak digunakan secara luas untuk aktivitas perdagangan yang signifikan atau transaksi sehari-hari seperti membeli barang di supermarket. Fungsinya lebih cenderung memudahkan kegiatan kriminal dalam transfer uang,” tegas Grantham.
Grantham juga menggarisbawahi bahwa emas masih menjadi aset yang stabil dan menguntungkan dalam jangka waktu yang sama. Meskipun sempat mengalami penurunan nilainya, emas tetap memiliki daya tahan yang solid.
Perlu dicatat bahwa harga Bitcoin saat ini berada sekitar 52% di bawah puncaknya pada bulan Oktober, dengan nilai di bawah US$ 60.000. Banyak investor memperkirakan penurunan harga Bitcoin masih akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Kesimpulannya, Jeremy Grantham memberikan pandangan tajam terhadap Bitcoin sebagai aset kripto terbesar saat ini. Peringatannya mengenai kemungkinan penurunan nilai Bitcoin secara bertahap meninggalkan ruang diskusi yang menarik seputar masa depan aset digital ini.
