Bitcoin adalah aset kripto yang sedang menjadi sorotan dengan harga yang dinilai harus mencapai dan bertahan di atas USD 93.000 agar peluang menuju USD 100.000 dapat terbuka. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menyoroti bahwa pertempuran besar berikutnya akan terjadi di level USD 100.000-USD 102.000. Dia menekankan pentingnya bitcoin bertahan di atas USD 93.000 setelah rilis FOMC untuk mencapai target harga pada bulan Desember. Namun, sinyal hawkish dari the Federal Reserve bisa membuat harga turun ke USD 88.000 atau bahkan USD 82.000. Investor diminta untuk memperhatikan manajemen risiko dengan baik.
Tiga faktor utama yang menjadi fokus pasar adalah keputusan FOMC, aliran dana ETF Bitcoin spot yang semakin menarik, dan perkembangan Ethereum melalui upgrade Fusaka. Meski outlook jangka panjang bitcoin positif, volatilitas dalam jangka pendek diprediksi tetap tinggi. Para analis menegaskan bahwa pergerakan bitcoin dalam 7-10 hari mendatang akan menjadi penentu apakah kenaikan harga merupakan awal dari tren baru atau hanya pantulan sementara selama konsolidasi pasar.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Sebelum membeli dan menjual kripto, disarankan untuk melakukan analisis yang cermat. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.

