Laptop tipis dan ringan biasanya dipilih karena praktis dibawa ke mana-mana. Namun, tidak semua perangkat di kelas ini cukup kuat untuk menangani pekerjaan berat sekaligus tetap nyaman dipakai bermain game. ADVAN Workplus AI mencoba mengisi celah itu dengan membawa kombinasi yang cukup menarik: prosesor kelas tinggi, grafis terintegrasi yang agresif, serta dukungan upgrade yang membuatnya lebih fleksibel untuk penggunaan jangka panjang.
Yang membuat laptop ini menonjol adalah pendekatannya yang tidak sekadar mengejar efisiensi, tetapi juga performa. ADVAN Workplus AI disebut membawa kemampuan grafis yang mirip dengan perangkat handheld gaming berbasis Ryzen Z1 Extreme, sehingga game AAA masih bisa dijalankan dengan lancar selama pengaturan grafisnya disesuaikan. Di sisi lain, laptop ini tetap mempertahankan karakter sebagai perangkat kerja melalui prosesor 8-core AMD Zen 4 yang lebih siap menghadapi aplikasi berat dan multitasking.
Naik kelas dengan Ryzen Zen 4
ADVAN Workplus AI hadir sebagai penerus yang mendapat peningkatan penting pada 2026. Jika generasi sebelumnya masih mengandalkan arsitektur Zen 3, versi ini sudah beralih ke Zen 4. Perubahan ini bukan sekadar angka di atas kertas, karena peningkatan arsitektur biasanya ikut berdampak pada efisiensi dan performa keseluruhan. Hasilnya, laptop ini terasa lebih siap untuk dipakai bekerja, mengolah konten, hingga menjalankan aplikasi yang membutuhkan banyak inti prosesor.
Di dalamnya tertanam AMD Ryzen 7 255 dengan fabrikasi TSMC 4 nm FinFET dan TDP 45 watt. Kombinasi ini menempatkan Workplus AI di posisi yang cukup unik: tetap tipis dan ringan, tetapi tidak kehilangan tenaga saat dibebani pekerjaan yang lebih serius. Bagi pengguna yang butuh satu perangkat untuk kerja harian sekaligus hiburan, pendekatan seperti ini jelas lebih efisien dibanding membawa laptop kerja dan perangkat gaming terpisah.
Grafis Radeon 780M jadi daya tarik utama
Sektor grafis menjadi salah satu nilai jual paling kuat dari laptop ini. ADVAN Workplus AI mengandalkan AMD Radeon 780M dengan 12 Compute Units, sebuah iGPU yang memang dikenal cukup mumpuni di kelasnya. Dukungan fitur Ray Tracing serta encode-decode video AV1 juga menambah fleksibilitasnya, terutama bagi pengguna yang sering berurusan dengan konten multimedia.
Untuk urusan game, kemampuan grafis ini disebut bisa menjalankan judul AAA dengan lancar, selama pengaturan visual disesuaikan. Artinya, laptop ini tidak diposisikan sebagai mesin gaming ekstrem, tetapi lebih sebagai perangkat serbaguna yang masih sanggup diajak bermain dengan hasil yang layak. Bagi banyak pengguna, kompromi seperti ini justru lebih masuk akal karena tidak mengorbankan portabilitas.
Masih ada ruang untuk upgrade
Salah satu hal yang patut diperhatikan dari ADVAN Workplus AI adalah fleksibilitas hardware-nya. RAM DDR5 SO-DIMM pada laptop ini bisa di-upgrade, sehingga pengguna tidak harus terpaku pada konfigurasi bawaan. Selain itu, perangkat ini juga mendukung pemasangan dua SSD, yang memberi ruang lebih luas untuk penyimpanan data, aplikasi, maupun koleksi game.
Konfigurasi bawaan yang disebutkan mencakup RAM 8 GB DDR5 5600 MHz single channel dan SSD 512 GB M.2 NVMe PCIe Gen 3 x4. Untuk standar masa kini, kapasitas tersebut masih tergolong cukup untuk pemakaian awal, tetapi opsi upgrade menjadi poin penting karena memberi napas tambahan saat kebutuhan meningkat. Ini juga membuat laptop lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang berbeda-beda.
Dari sisi konektivitas, ADVAN Workplus AI menggunakan modul Realtek yang mendukung Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5. Ketersediaan koneksi nirkabel modern ini melengkapi paket keseluruhan laptop yang memang diarahkan untuk penggunaan harian yang serba praktis. Dengan kombinasi prosesor Zen 4, grafis Radeon 780M, serta opsi upgrade yang terbuka, Workplus AI tampil sebagai laptop yang tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga mencoba memberi ruang lebih bagi pengguna yang ingin satu perangkat untuk kerja dan main game.
Menurut informasi spesifikasi yang dirangkum dari Review Jagat, ADVAN Workplus AI memang dirancang sebagai laptop tipis yang tidak berhenti di urusan mobilitas saja. Ia membawa pendekatan yang lebih matang: cukup ringan untuk dibawa, cukup kuat untuk bekerja, dan masih sanggup diajak bermain ketika dibutuhkan.
