berita

Luka Bakar 40 Persen: Pelaku Kabur – Apa yang Harus Dilakukan?

Jakarta — Sebuah teguran kecil di area parkir angkot berujung pada kekerasan yang nyaris merenggut nyawa. Seorang sopir angkot berinisial S (52) kini harus menjalani perawatan intensif setelah tubuhnya terbakar akibat ulah rekannya sendiri, P (38), di Jalan Kiai Haji Mas Mansyur, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Korban mengalami luka bakar sekitar 40 persen di beberapa bagian tubuh, mulai dari kuping, lengan kiri, pinggang, hingga paha kiri. Kondisinya masih dalam penanganan medis, termasuk transfusi darah, dan dijadwalkan menjalani operasi pengangkatan jaringan luka bakar oleh tim dokter bedah pada hari berikutnya.

Berawal dari Teguran soal Antrean Parkir

Peristiwa itu terjadi saat korban menegur pelaku yang diduga mengganggu antrean di lokasi parkir angkot. Teguran tersebut rupanya memicu emosi. Bukannya meredam situasi, pelaku justru kembali ke mobilnya dan membawa bensin.

Menurut keterangan kepolisian, pelaku kemudian menyiramkan bahan bakar itu ke arah korban sebelum membakar korban sekaligus angkot yang berada di lokasi. Dalam hitungan detik, situasi berubah menjadi insiden tragis yang meninggalkan luka serius pada tubuh korban.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyampaikan bahwa luka bakar yang dialami korban tergolong berat dan membutuhkan penanganan lanjutan. Dari keterangan yang disampaikan aparat, bagian tubuh yang terdampak tidak hanya permukaan kulit, tetapi juga area yang memerlukan tindakan medis khusus.

Polisi Periksa Saksi, Pelaku Masih Diburu

Hingga saat ini, penyidik sudah memeriksa empat orang saksi untuk menggali rangkaian kejadian sebelum dan sesudah pembakaran terjadi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperjelas kronologi sekaligus memastikan peran masing-masing pihak yang berada di lokasi saat insiden berlangsung.

Sementara itu, pelaku P masih dalam pengejaran. Aparat kepolisian menyebut pengejaran terus dilakukan karena pelaku diduga kabur setelah melakukan pembakaran. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai keberadaan yang bersangkutan.

Kasus ini menjadi perhatian karena bermula dari persoalan sepele di lapangan, namun berujung pada tindakan yang sangat berbahaya. Dalam waktu singkat, konflik antarrekannya berubah menjadi serangan fisik yang menyebabkan korban mengalami luka bakar parah.

Korban Masih Dirawat Intensif

Di sisi lain, fokus utama saat ini tertuju pada kondisi korban. Tim medis masih melakukan penanganan untuk menstabilkan keadaan S sebelum tindakan operasi dilakukan. Transfusi darah menjadi bagian dari langkah awal perawatan, sementara operasi pengangkatan luka bakar dijadwalkan sebagai upaya lanjutan untuk mencegah kondisi korban memburuk.

Peristiwa ini meninggalkan pertanyaan besar tentang bagaimana ketegangan antarpekerja transportasi bisa berubah menjadi kekerasan ekstrem. Di tengah proses penyidikan, polisi masih menelusuri detail kejadian dan motif pelaku yang berujung pada pembakaran tersebut.

Aparat mengusut perkara ini berdasarkan laporan di lapangan dan keterangan para saksi, sebagaimana disampaikan oleh Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo. Hingga kini, pelaku belum tertangkap, sementara korban masih berjuang melewati masa kritis akibat luka bakar yang cukup luas.