LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›berita›Mudik Lebaran dan Nyepi Dorong Lonjakan Penumpang di Bandara Soetta
berita

Mudik Lebaran dan Nyepi Dorong Lonjakan Penumpang di Bandara Soetta

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, kembali dipadati penumpang pada Rabu sore, 26 Maret 2025. Arus pergerakan orang di bandara terbesar di Indonesia itu melonjak tajam seiring puncak mudik Lebaran Idulfitri 1447 H yang kali ini beririsan dengan sehari menjelang Hari Raya Nyepi. Kombinasi dua momentum besar tersebut membuat area terminal terlihat jauh lebih ramai dari biasanya, terutama di titik-titik pemeriksaan tiket, konter check-in, dan ruang tunggu keberangkatan domestik.

Berdasarkan pantauan di lokasi, total pergerakan penumpang di Bandara Soetta mencapai 184.754 orang. Jumlah itu menggambarkan tingginya mobilitas masyarakat yang memilih bepergian lebih awal agar tidak terjebak kepadatan di hari-hari berikutnya. Di beberapa sudut terminal, antrean mengular dan arus penumpang bergerak lebih lambat dari biasanya, sementara petugas tetap mengarahkan calon penumpang agar proses keberangkatan tetap tertib.

Arus mudik bertemu libur Nyepi

Lonjakan penumpang kali ini tidak hanya berkaitan dengan tradisi mudik Lebaran, tetapi juga dipengaruhi oleh adanya pembatasan penerbangan menuju Denpasar, Bali, saat Hari Raya Nyepi. Banyak calon penumpang tampak memanfaatkan jeda waktu sebelum aktivitas penerbangan dihentikan sementara di Pulau Dewata. Situasi itu membuat permintaan perjalanan ke Bali ikut menumpuk di Bandara Soetta, di tengah kepadatan khas musim mudik.

Di lapangan, suasana padat terlihat merata di sejumlah area terminal. Sejumlah penumpang mengaku memilih berangkat lebih cepat agar rencana perjalanan mereka tidak terganggu oleh penutupan operasional penerbangan di Bali. Salah satunya Adelia, yang mengatakan dirinya sengaja mengambil jadwal lebih awal supaya tidak berhadapan dengan kemungkinan tidak adanya penerbangan keesokan harinya.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana dua momen besar yang datang hampir bersamaan dapat saling mendorong lonjakan mobilitas. Di satu sisi, masyarakat yang mudik ingin segera pulang ke kampung halaman. Di sisi lain, penumpang yang hendak berlibur atau bepergian ke Bali berusaha mendahului penghentian penerbangan yang berkaitan dengan perayaan Nyepi.

184.754 penumpang dan 1.232 penerbangan

Data pengelola bandara mencatat total penerbangan pada Rabu sore mencapai 1.232 penerbangan. Rinciannya terdiri atas 611 penerbangan keberangkatan dan 621 penerbangan kedatangan. Angka ini menegaskan bahwa Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu titik dengan aktivitas paling padat selama periode mudik tahun ini.

Tingginya frekuensi penerbangan ikut memperkuat tekanan di terminal penumpang. Dengan jumlah keberangkatan dan kedatangan yang sama-sama tinggi, alur pergerakan orang di bandara berjalan tanpa jeda panjang. Kondisi tersebut membuat sejumlah fasilitas publik di area terminal bekerja ekstra, mulai dari proses check-in hingga pengaturan antrean di ruang tunggu.

Di tengah situasi itu, kepadatan bukan hanya terlihat sebagai angka di atas kertas, tetapi terasa langsung di lapangan. Penumpang yang membawa keluarga, barang bawaan tambahan, dan kebutuhan perjalanan mudik tampak memenuhi hampir seluruh area utama terminal. Arus manusia yang terus mengalir membuat suasana bandara berubah menjadi jauh lebih sibuk dibanding hari-hari normal.

Soetta jadi simpul utama mobilitas libur panjang

Perpaduan mudik Lebaran dan libur Nyepi menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai simpul utama mobilitas udara pada periode ini. Bukan sekadar tempat keberangkatan dan kedatangan, bandara tersebut menjadi titik pertemuan berbagai kepentingan perjalanan: pulang kampung, bepergian bersama keluarga, hingga mengejar jadwal penerbangan sebelum penutupan sementara di Bali dimulai.

Situasi padat seperti ini memperlihatkan bagaimana kalender keagamaan dan libur nasional dapat memengaruhi pola perjalanan masyarakat secara langsung. Ketika dua momentum besar bertemu, pergerakan penumpang tidak hanya meningkat, tetapi juga menumpuk pada waktu yang sama. Di Bandara Soetta, efek itu terlihat jelas dari pagi hingga sore hari, saat arus penumpang terus berdatangan dan berangkat tanpa banyak jeda.

Berdasarkan data pengelola Bandara Soekarno-Hatta yang dikutip di lokasi, lonjakan penumpang dan penerbangan pada hari itu menjadi salah satu yang paling menonjol selama periode mudik Lebaran tahun ini.

Penulis

Redaksi berita

Akun redaksi KabarDPR untuk kategori berita.