Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto mengusulkan agar BMKG, Badan Geologi, dan BNPB disatukan untuk mempermudah koordinasi penanganan bencana. Usulan itu ia sampaikan dalam diskusi bertajuk “Waspada Gunung Berapi, Bagaimana Langkah Mitigasinya?” di Gedung DPR, Jakarta, sebagai respons atas wacana pengintegrasian BMKG dan Badan Geologi.
“Sekarang Pak Presiden membicarakan ada usulan merger antara Geologi dan BMKG. Saya malah berpikir lain, kenapa tidak BNPB, BMKG, dan Badan Geologi jadi satu payung saja?” kata Edi.
Menurut Edi, penyatuan tiga lembaga tersebut dapat membuat koordinasi kebencanaan lebih jelas dan mudah dijalankan. Ia menilai opsi itu bisa ditempuh melalui pembentukan badan baru atau kementerian khusus.
“Apalagi kalau kita lihat program prioritas Pak Presiden, poin keenam, itu kan infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana. Ini perlu didiskusikan,” ujarnya.
Edi juga menyatakan dukungan terhadap gagasan Presiden Prabowo Subianto mengenai pengintegrasian BMKG dan Badan Geologi. Namun, ia menekankan bahwa wacana tersebut perlu dikaji secara hati-hati agar benar-benar memperkuat perlindungan bagi masyarakat.
Dukungan di Komisi V
Sebelumnya, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus juga menyampaikan dukungan terhadap wacana pengintegrasian BMKG dan Badan Geologi. Ia menilai penggabungan itu bisa membuat penanganan bencana lebih efektif karena koordinasi menjadi lebih mudah.
“Kami prinsip mendukung, ya, karena sifat koordinasi yang paling nyaman di pemerintah itu seperti apa. Kami sifatnya kan menerima,” kata Lasarus di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (8/9).
Lasarus menjelaskan, Badan Geologi bertugas mengamati aktivitas gunung berapi, sementara BMKG memiliki instrumen yang juga berkaitan dengan dampak letusan. Karena itu, menurut dia, pengintegrasian kedua lembaga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi komunikasi.
“Geologi mengamati aktivitas gunung berapi. Dampak dari letusan itu BMKG juga punya instrumen. Peralatan dan sumber daya manusia yang terkait dengan geologi juga ada di BMKG. Saya setuju kalau itu digabungkan. Lebih efektif dan efisien dari sisi komunikasi,” ujarnya.
Wacana pemerintah belum dibahas final
Wacana pengintegrasian BMKG dan Badan Geologi sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).
Presiden mengatakan pemerintah akan membahas lebih lanjut kemungkinan pengintegrasian kedua lembaga tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pemantauan dan mitigasi bencana. Ia menyinggung posisi Indonesia yang berada di kawasan cincin api Pasifik atau ring of fire.
Dalam konteks itu, Edi mendorong agar pembahasan tidak berhenti pada penggabungan BMKG dan Badan Geologi saja, tetapi juga melihat kemungkinan penyatuan dengan BNPB. Namun, usulan tersebut masih berupa gagasan yang perlu didiskusikan lebih lanjut.
Sumber: ANTARA



