LIVEKamis, 20 Agustus 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
BerandateknologiLahan Donasi Taman Dijual, Bangun Data Center: Berita Terbaru
teknologi

Lahan Donasi Taman Dijual, Bangun Data Center: Berita Terbaru






Penjualan Lahan Donasi Petani Taylor City ke Data Center dengan Nilai USD 10 juta

Perubahan Tak Terduga: Lahan Donasi Petani Taylor City di Texas Berakhir Dijual ke Data Center dengan Nilai USD 10 Juta

Seorang petani dari Taylor City, Texas, yaitu Bland, awalnya menyumbangkan luas lahan 87 hektar dengan harga sangat rendah, hanya USD 10, untuk dijadikan taman komunitas. Namun, jalannya nasib lahan donasi itu berubah drastis ketika berpindah tangan beberapa kali dan akhirnya dijual ke pengembang data center dengan nilai mencapai US$10 juta.

Perjalanan Perubahan Kepemilikan Lahan

Titik balik penting terjadi pada tahun 2008 ketika pemerintah Kota Taylor mengalihkan kepemilikan lahan donasi dari Bland kepada Taylor Economic Development Corporation (TEDC). Sejak saat itu, lahan tersebut mulai dilihat sebagai aset untuk pengembangan ekonomi sebelum akhirnya dibeli oleh pengembang pusat data. Rencananya, lahan ini akan menjadi lokasi pembangunan Blueprint Projects Data Center, sebuah fasilitas data center seluas sekitar 135.000 kaki persegi.

Rencana Pembangunan dan Dampaknya

Data center yang direncanakan akan digunakan untuk berbagai kebutuhan komputasi, seperti penyimpanan data, hosting website, dan pemrosesan AI. Proyek ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap dengan total investasi diperkirakan mencapai US$1 miliar. Meskipun proyek ini menjanjikan perkembangan ekonomi, respons dari warga sekitar pun bermacam-macam.

Tanggapan Warga Terkait Proyek

Sebagian penduduk khawatir akan dampak kebisingan, polusi cahaya, potensi pencemaran lingkungan, serta penurunan nilai properti di sekitar area proyek. Mereka merasa kehadiran fasilitas industri besar tidak sesuai dengan tujuan awal lahan yang seharusnya menjadi ruang publik dan komunitas. Meski demikian, pemerintah Kota Taylor berargumen bahwa mereka tidak bisa menghentikan proyek tersebut karena status zonasi lahan telah diatur sebagai Employment Center.

Di sisi lain, pemerintah melihat proyek ini sebagai peluang untuk meningkatkan pendapatan pajak sekitar US$30 juta dalam waktu sepuluh tahun ke depan, yang sebagian besar akan digunakan untuk pengembangan sekolah di distrik setempat. Pertanyaannya, apakah manfaat ekonomi yang dihasilkan sudah cukup untuk membenarkan perubahan tujuan dari lahan donasi awal?

Source link

Penulis

Redaksi teknologi

Akun redaksi KabarDPR untuk kategori teknologi.