LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›politik›Kronologi Penembakan Sopir Travel Asal Toraja di Wamena
politik

Kronologi Penembakan Sopir Travel Asal Toraja di Wamena

Kronologi Penembakan Sopir Travel Asal Toraja di Wamena

Seorang sopir travel asal Toraja, Aris Sanda alias Bapak Tasya, ditemukan meninggal dunia setelah kendaraan yang dikemudikannya dihentikan kelompok bersenjata di jalur Wamena menuju Mbua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jenazah korban ditemukan di dalam mobil yang terbakar di kawasan Danau Habema.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 WIT, ketika Aris mengemudikan kendaraan lajuran dari Wamena menuju Mbua sambil membawa penumpang. Menurut Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, rombongan kendaraan dihentikan sekelompok orang bersenjata di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya.

Setelah kendaraan dihentikan, kelompok tersebut memeriksa pengemudi dan para penumpang. Para penumpang kemudian diperintahkan kembali ke Wamena, sementara Aris dipisahkan dari rombongan dan dibawa menuju kawasan Danau Habema. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti aparat keamanan dengan pencarian terhadap korban.

Dalam perkembangan lain, Aris disebut sempat disandera oleh kelompok bersenjata. Rekaman video yang beredar memperlihatkan korban berada di tengah jalan dan dikelilingi sejumlah orang yang membawa senjata. Dalam video itu, korban juga terlihat diminta memegang bendera Bintang Kejora dan menyampaikan pernyataan mengenai Papua.

Polisi dan aparat keamanan masih mendalami rekaman tersebut serta rangkaian kejadian yang menyertainya sebagai bagian dari penyelidikan. Informasi mengenai penyanderaan juga dilaporkan sejumlah media setelah video beredar.

Pada Rabu (16/9), personel Koops TNI Habema melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Dalam pencarian itu, tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar di kawasan Danau Habema dan jenazah Aris berada di dalam kendaraan tersebut.

Kondisi mobil dan jenazah dilaporkan mengalami kerusakan akibat kebakaran. Jenazah kemudian dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sebelumnya, pada Rabu pagi, aparat masih menyatakan jenazah dan kendaraan korban belum ditemukan karena pencarian terkendala cuaca dan kabut tebal di sekitar lokasi.

Setelah jenazah ditemukan, aparat gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan barang bukti dan menelusuri rangkaian peristiwa. Jenazah juga dibawa ke RSUD Wamena untuk pemeriksaan. Polisi melakukan penyelidikan terhadap lokasi penghadangan dan lokasi ditemukannya kendaraan korban.

Dari penyelidikan awal, aparat menemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kendaraan dan korban. Aparat juga mendalami dugaan penggunaan senjata api dalam peristiwa tersebut.

Aris Sanda diketahui merupakan sopir lajuran yang melayani perjalanan masyarakat dari Wamena menuju wilayah pedalaman, termasuk jalur menuju Mbua. Menurut keterangan TNI, korban sedang menjalankan pekerjaannya dan membawa kebutuhan logistik serta melayani transportasi masyarakat ketika peristiwa itu terjadi.

Aparat kemudian melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat. TNI menyebut kelompok yang diduga bertanggung jawab berkaitan dengan OPM Kodap III Ndugama. Hingga Kamis (17/9), penyidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi lengkap, termasuk penghadangan, pemisahan korban dari rombongan, dugaan penyanderaan dan penembakan, hingga pembakaran kendaraan.

Karena proses hukum masih berjalan, informasi mengenai pelaku dan motif kejadian masih mengacu pada keterangan aparat serta hasil penyelidikan yang telah disampaikan ke publik.

Penulis

Redaksi politik

Akun redaksi KabarDPR untuk kategori politik.