Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta dinas-dinas pendidikan di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau memperkuat pengawasan selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berlangsung. Ia menegaskan perubahan metode belajar tidak boleh mengurangi tanggung jawab guru dalam memberikan materi dan pendampingan kepada siswa.
“Pengawasan harus dilakukan secara ketat. Guru harus tetap disiplin dalam mengajar dan menjalankan tugasnya, meskipun pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Jangan sampai PJJ membuat kualitas pembelajaran menurun,” ujar Lalu Hadrian di Jakarta, Senin.
Ia mendukung kebijakan PJJ di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten yang diberlakukan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Menurut dia, langkah tersebut tepat untuk menjaga kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan siswa di tengah kondisi lingkungan yang terdampak abu vulkanik.
“Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Karena itu penerapan pembelajaran jarak jauh di daerah-daerah yang terdampak merupakan kebijakan yang tepat. Jangan sampai kegiatan belajar tatap muka justru membahayakan kesehatan siswa,” katanya.
Meski demikian, Lalu Hadrian mengingatkan bahwa penerapan PJJ memerlukan kesiapan serius dari dinas pendidikan, sekolah, guru, dan orang tua siswa. Ia menekankan agar seluruh pihak bekerja ekstra supaya pembelajaran tetap berjalan efektif dan hak siswa atas pendidikan berkualitas tetap terpenuhi.
Menurut dia, dinas pendidikan bersama sekolah perlu memastikan sarana pembelajaran tersedia dengan baik. Ia menyebut perlengkapan seperti komputer atau laptop hingga kuota internet yang memadai harus disiapkan agar proses belajar dari rumah berjalan lancar.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung pelaksanaan PJJ. Orang tua, kata dia, perlu bekerja sama dengan sekolah untuk menyiapkan perangkat pembelajaran dan akses internet bagi anak-anak selama proses belajar dilakukan dari rumah.
“PJJ membutuhkan kerja sama semua pihak. Orang tua juga harus dilibatkan dan didukung agar anak-anak memiliki sarana belajar yang memadai di rumah,” ujarnya.
Sumber: ANTARA



