Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dilanjutkan karena dinilai memberi dampak positif bagi ekosistem ekonomi masyarakat, termasuk peternak. Ia menyebut program itu dapat menciptakan pasar yang lebih pasti bagi produk peternakan rakyat, terutama daging ayam dan telur.
Menurut Singgih, keberlanjutan MBG membuat permintaan terhadap produk peternakan menjadi lebih terukur karena berasal dari program pemerintah. Dengan begitu, peternak memiliki kepastian serapan hasil produksi yang selama ini kerap dipengaruhi fluktuasi harga.
“Kalau dapur MBG mengambil telur dan ayam dari peternak sekitar, manfaatnya bukan hanya anak-anak mendapatkan makanan bergizi, peternak pun mendapatkan pasar, UMKM mendapatkan pekerjaan, distribusi bergerak, dan ekonomi daerah ikut tumbuh,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang dihadapi peternak adalah naik turunnya harga ayam dan telur. Saat produksi melimpah tetapi daya serap pasar terbatas, harga di tingkat peternak bisa turun.
Singgih menilai peningkatan serapan ayam dan telur secara konsisten melalui MBG dapat membantu menjaga keseimbangan supply dan demand. Karena itu, ia mendorong agar rantai pasok program tersebut memberi ruang lebih besar bagi peternak rakyat dan UMKM.
Ia juga meminta pemerintah memastikan pengadaan bahan pangan untuk dapur MBG tidak terkonsentrasi pada perusahaan besar. Menurut dia, peternak, koperasi, BUMDes, dan UMKM lokal harus mendapat kesempatan menjadi bagian dari rantai pasok.
Selain itu, ia menilai pola pengadaan berbasis wilayah dapat memberi manfaat ganda. Skema tersebut dinilai bisa memangkas rantai distribusi sekaligus membuat perputaran uang dari program MBG lebih banyak tinggal di daerah.
“Jangan sampai program sebesar MBG justru membuat peternak rakyat hanya menjadi penonton. Harus ada desain agar bahan baku seperti telur dan ayam sebanyak mungkin bisa diserap dari peternak lokal,” kata Singgih.
Sumber: ANTARA



