Pengalaman developer yang mengalami kehilangan seluruh data di drive D komputernya akibat menggunakan Google Antigravity, tools IDE AI milik Google, menjadi peringatan bagi pengguna lain. Developer tersebut membagikan kisahnya melalui Reddit dan video YouTube sebagai bukti kejadian tragis ini.
Dalam ceritanya, developer sedang melakukan troubleshooting saat aplikasi kecil yang sedang dikerjakannya mengalami masalah. Ketika meminta Antigravity untuk menghapus cache proyek, perintah tersebut malah mengarah ke root drive D dan menghapus semua data tanpa sisa. Sang developer pun terkejut dan langsung menanyakan kepada Antigravity mengenai perintah yang sangat merugikan tersebut.
Antigravity kemudian mengakui kesalahan fatal yang terjadi, di mana perintah salah diarahkan dan flag /q membuat semua file terhapus permanen tanpa masuk Recycle Bin. Usaha pemulihan data dilakukan namun tidak satu pun file berhasil dikembalikan. Sejumlah data penting akhirnya hilang secara total.
Meskipun mengalami kejadian yang sangat memprihatinkan, developer tersebut tetap menyukai produk Google namun memberikan peringatan kepada pengguna lain untuk berhati-hati menggunakan fitur Turbo Mode. Kasus ini menambah daftar kasus di mana kecerdasan buatan justru memperumit pekerjaan teknis. Sehingga, pengguna perlu bertanya seberapa jauh kita bisa mempercayakan perintah-perintah sensitif kepada sistem otomatis sebelum risikonya lebih besar daripada manfaatnya.

