berita

Kebakaran Seribuan Hektare Savana TN Tambora Sumbawa: Analisis dan Dampak

Jakarta, CNN Indonesia — Kebakaran melanda sekitar 1.956 hektare kawasan savana Taman Nasional (TN) Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak akhir pekan lalu. Informasi ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho. Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Minggu (5/7) pukul 13.30 WITA di Resort Piong.

Melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Nugroho menyebutkan bahwa kondisi kering, vegetasi savana yang mudah terbakar, angin kencang, topografi pegunungan, dan keterbatasan sumber air menjadi faktor utama dalam memicu meluasnya kobaran api.

Situasi Terkini

Pihak Balai Dalkarhut Jabalnusra, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, bersama BTN Tambora, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan pihak terkait sedang berjuang untuk memadamkan kebakaran di savana Tambora.

Direktur tersebut juga menekankan bahwa kebakaran tidak hanya mengancam habitat satwa liar dan kawasan konservasi, tetapi juga berpotensi berdampak buruk pada masyarakat sekitar. Termasuk potensi gangguan terhadap kualitas udara dan aktivitas wisata alam yang merupakan salah satu penopang ekonomi di wilayah tersebut.

Upaya Pemadaman

Sejak kejadian kebakaran tersebut, BTN Tambora bersama MPA telah melakukan upaya pengendalian awal untuk membatasi penyebaran api. Mereka terus memantau situasi di lapangan dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

Regu Manggala Agni dari Seksi Wilayah III Mataram juga turut diturunkan untuk memperkuat operasi pemadaman. Personel tersebut bergerak dari Mataram menuju Kabupaten Bima untuk bergabung dalam upaya pengendalian api.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Bambang Setyo Antoko, mengungkapkan bahwa operasi pemadaman saat ini difokuskan untuk menekan laju penyebaran api dengan strategi yang disesuaikan dengan karakteristik medan di Tambora.

Upaya pemadaman terus berlangsung dengan kerja sama dari berbagai pihak dan Kemenhut mengajak seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau guna mencegah kebakaran hutan.

Taman Nasional Tambora merupakan kawasan pelestarian alam seluas 71.645,64 hektare dengan status sebagai Cagar Biosfer Dunia UNESCO. Selain menjadi habitat satwa liar, Tambora juga menjadi destinasi wisata alam penting yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Source link