Perusahaan Nex Computer telah mengumumkan NexPhone, sebuah smartphone yang menawarkan penggunaan tiga sistem operasi sekaligus: Android, Linux, dan Windows 11. Dengan NexOS, NexPhone bisa digunakan sebagai perangkat Android sehari-hari, menjalankan Linux di dalam Android, serta boot langsung ke Windows 11. Antarmuka Windows 11 pada NexPhone menggunakan tata letak tile dan mendukung progressive web app. Smartphone ini juga dapat dihubungkan ke monitor, keyboard, dan mouse untuk pengalaman desktop. NexPhone memiliki desain simpel namun tahan lama dengan standar MIL-STD-810H dan sertifikasi IP68 serta IP69K. Layarnya 6,58 inci dengan resolusi 2403 x 1080 piksel, refresh rate 120 Hz, dilapisi Gorilla Glass 3.
Di sektor performa, NexPhone mengandalkan SoC Qualcomm QCM6490, RAM 12 GB, GPU Adreno 643, serta penyimpanan internal 256 GB yang dapat diperluas. Konektivitas termasuk Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.2, NFC, dan USB-C 3.1 dengan video-out. Baterainya 5000 mAh dengan pengisian cepat 18 W dan nirkabel, serta kamera belakang 64 MP dan 13 MP ultra-wide, serta kamera depan 10 MP. NexPhone dihargai USD 549 atau sekitar Rp 9 jutaan dan pemesanan awal sudah dibuka, dengan pengiriman dimulai kuartal ketiga 2026. Meskipun ditujukan sebagai smartphone tangguh dan PC portabel, apakah perangkat dengan kombinasi tiga sistem operasi ini benar-benar dibutuhkan oleh mayoritas pengguna?

