LIVESabtu, 10 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›berita›Rangkaian Jadwal Haji 2026 dari Keberangkatan hingga Kepulangan
berita

Rangkaian Jadwal Haji 2026 dari Keberangkatan hingga Kepulangan

Jadwal haji 2026 sudah mulai dipetakan sejak jauh hari, dan pemerintah menegaskan pelaksanaannya tetap berjalan sesuai rencana. Di tengah memanasnya situasi Timur Tengah akibat eskalasi konflik yang dipicu serangan AS-Israel terhadap Iran, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memastikan belum ada tanda-tanda penundaan ibadah haji atau status force majeure yang mengganggu penyelenggaraan di Arab Saudi.

Pernyataan itu disampaikan Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR. Artinya, untuk sementara, seluruh tahapan haji 2026 tetap mengacu pada jadwal yang sudah disusun, baik untuk keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, maupun kepulangan jemaah ke Indonesia.

Pelaksanaan Tetap Jalan, Meski Situasi Regional Menghangat

Di tengah kekhawatiran publik atas dinamika geopolitik kawasan, pemerintah memilih berhati-hati namun belum melihat alasan untuk menghentikan proses persiapan haji. Hingga kini, kata Irfan, tidak ada keputusan yang mengarah pada penundaan perjalanan jemaah ke Mekkah dan Madinah.

Dengan begitu, jadwal operasional haji 2026 masih berjalan normal. Pemerintah juga terus mencermati perkembangan yang bisa berdampak pada penyelenggaraan ibadah, terutama karena haji melibatkan mobilitas besar jemaah dari berbagai negara dan bergantung pada kesiapan logistik di Arab Saudi.

Selain faktor keamanan dan situasi internasional, pemerintah juga menyoroti persoalan biaya. Kenaikan harga avtur di pasar dunia berpotensi mendorong naiknya biaya penerbangan. Namun, Presiden RI Prabowo Subianto disebut telah meminta agar setiap kemungkinan kenaikan tidak sampai membebani calon jemaah haji secara berlebihan.

Rangkaian Keberangkatan Jemaah Haji 2026

Jadwal keberangkatan haji 2026 dimulai pada 21 April 2026, saat para jemaah mulai masuk ke asrama haji. Tahap ini menjadi pintu awal sebelum keberangkatan ke Arab Saudi dilakukan secara bertahap.

Gelombang pertama dijadwalkan terbang pada 22 April 2026 menuju Madinah. Setelah itu, jemaah akan melanjutkan rangkaian ibadah dan persiapan di Tanah Suci sesuai penempatan masing-masing.

Sementara itu, gelombang kedua akan diberangkatkan dari Indonesia ke Jeddah pada 7 Mei 2026. Dari Jeddah, jemaah kemudian bergerak menuju Mekkah untuk menjalani tahapan ibadah berikutnya.

Pemerintah menargetkan seluruh jemaah sudah berada di Tanah Suci pada 21 Mei 2026. Target ini menjadi salah satu tolok ukur penting dalam penyelenggaraan, karena memastikan seluruh rangkaian manasik dan persiapan puncak haji bisa dilakukan tepat waktu.

Puncak Haji dan Jadwal Kepulangan ke Tanah Air

Puncak ibadah haji 2026 akan berlangsung pada 25 Mei 2026. Pada fase ini, jemaah akan menjalani rangkaian utama haji, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga lempar jumrah. Seluruh tahapan tersebut menjadi inti dari ibadah haji yang paling dinanti sekaligus paling padat secara fisik dan spiritual.

Setelah seluruh rangkaian puncak selesai, proses pemulangan jemaah akan dimulai pada 1 Juni 2026. Gelombang pertama kepulangan dijadwalkan dari Mekkah, sebelum disusul kelompok berikutnya secara bertahap.

Adapun target akhir pemulangan ditetapkan pada 1 Juli 2026, saat seluruh jemaah diharapkan sudah kembali ke Tanah Air. Dengan jadwal itu, penyelenggaraan haji 2026 berlangsung dalam rentang waktu sekitar dua bulan lebih sedikit, sejak tahap persiapan di Indonesia hingga seluruh jemaah pulang ke daerah masing-masing.

Informasi jadwal lengkap ini disampaikan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, yang juga menegaskan bahwa untuk saat ini pemerintah masih memegang jadwal yang sama tanpa perubahan akibat situasi regional.

Penulis

Redaksi berita

Akun redaksi KabarDPR untuk kategori berita.