LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›Ekonomi›Impor Baja Lapis Seng China ke RI Tembus 2 Juta Ton, Industri Lokal Tertekan
Ekonomi

Impor Baja Lapis Seng China ke RI Tembus 2 Juta Ton, Industri Lokal Tertekan

Impor Baja Lapis Seng China ke RI Tembus 2 Juta Ton, Industri Lokal Tertekan

Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) menemukan peningkatan impor baja lapis seng atau galvanized (BJLS) asal China yang dinilai berdampak pada industri dalam negeri. Sepanjang 2023-2025, impor BJLS dari China tercatat lebih dari 2 juta metrik ton (MT).

Temuan itu menjadi dasar bagi KADI untuk memulai penyelidikan antidumping atas impor BJLS asal China. Ketua KADI Frida Adiati menyebut hasil kajian awal menunjukkan adanya peningkatan impor yang menimbulkan kerugian bagi industri dalam negeri.

“Berdasarkan hasil kajian terhadap kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor BJLS asal China yang mengakibatkan kerugian bagi industri dalam negeri,” ujar Frida dalam keterangan resmi, Selasa (15/9).

Penyelidikan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan dari PT Tata Metal Lestari dan PT Arcelormittal Nippon Steel Indonesia yang mewakili industri dalam negeri.

Data KADI mencatat total impor BJLS Indonesia dari seluruh dunia mencapai 2.562.407 MT selama periode 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2025. Dari jumlah itu, 2.075.801 MT atau sekitar 81 persen berasal dari China.

Produk BJLS yang masuk objek penyelidikan tercakup dalam sejumlah kode Harmonized System (HS), yakni 7210.49.11, 7210.49.17, 7210.49.18, 7210.49.19, 7212.30.12, 7212.30.13, 7212.30.19, 7225.92.90, dan 7225.99.90 berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022.

KADI menyebut penyelidikan antidumping itu akan berlangsung paling lama 12 bulan. Masa tersebut dapat diperpanjang hingga 18 bulan jika diperlukan.

Pelaksanaan penyelidikan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan.

KADI juga telah menyampaikan pemberitahuan dimulainya penyelidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak itu mencakup industri dalam negeri, importir, serta eksportir dan produsen BJLS asal China yang diketahui.

“KADI telah menyampaikan pemberitahuan mengenai dimulainya penyelidikan kepada pihak yang berkepentingan, termasuk industri dalam negeri, importir, serta eksportir dan produsen BJLS asal China yang diketahui,” kata Frida.

Pemberitahuan tersebut juga telah disampaikan kepada perwakilan Pemerintah China di Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di China.

KADI menambahkan, pihak yang membutuhkan informasi lebih rinci mengenai penyelidikan dapat menghubungi Komite Anti Dumping Indonesia melalui Kementerian Perdagangan.

Sumber: CNN Indonesia

Penulis

Redaksi_Ekonomi

Redaksi Ekonomi KabarDPR bertugas menyajikan informasi dan pemberitaan seputar perkembangan ekonomi nasional dan global, kebijakan fiskal dan moneter, dunia usaha, investasi, perdagangan, perbankan, pasar modal, industri, UMKM, ketenagakerjaan, energi, serta ekonomi digital.