Bridgestone Indonesia mengingatkan pentingnya memeriksa kondisi ban setelah melakukan perjalanan mudik. Selama mudik, ban bekerja di luar kondisi normal karena harus berhadapan dengan kondisi ekstrem seperti jarak tempuh jauh, suhu aspal tinggi, beban kendaraan yang meningkat, dan kondisi jalan yang tidak selalu ideal. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan temperatur internal ban, deformasi dinding samping, dan keausan tread yang lebih cepat.
Efek dari kondisi ini mungkin tidak terasa secara langsung, namun dapat menghasilkan getaran, suara dengung, dan penurunan grip saat pengereman. Kerusakan pada ban pun tidak selalu terlihat secara kasat mata, sehingga pemeriksaan secara berkala sangat diperlukan. Pemeriksaan terutama harus difokuskan pada tiga titik kritis, yaitu tekanan angin, dinding samping, dan pola keausan ban.
Bridgestone menekankan pentingnya memeriksa tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan, memperhatikan adanya benjolan atau retakan pada dinding samping, dan melihat pola keausan ban. Untuk membantu pengguna dalam memeriksa ban, Bridgestone Indonesia memiliki lebih dari 400 jaringan ritel Toko Model (TOMO) di seluruh Indonesia yang menyediakan layanan pemeriksaan tekanan, rotasi ban, spooring dan balancing, serta konsultasi teknis terkait ban.
Pemeriksaan ban bukan hanya sekadar rutinitas, tapi juga langkah mitigasi untuk mencegah risiko kecelakaan akibat kerusakan ban. Dengan melakukan pemeriksaan setelah mudik, pengguna dapat mendeteksi kerusakan sejak dini, menghindari risiko pecah ban, menjaga performa kendaraan, dan memperpanjang umur pakai ban. Kesimpulannya, pemeriksaan ban setelah mudik merupakan keputusan sederhana namun dapat menentukan banyak hal dalam perjalanan berikutnya.

