Huawei Mate X7 Resmi Masuk Indonesia, Usung Desain Makin Tipis dengan Ketahanan yang Ditingkatkan
Pasar ponsel lipat di Indonesia kembali kedatangan pemain baru. Huawei resmi membawa Mate X7 ke Tanah Air pada 5 Maret 2026, dengan pembaruan yang tidak hanya menyentuh desain, tetapi juga ketahanan bodi, layar, performa, hingga sektor kamera. Di tengah persaingan foldable yang makin ketat, Huawei tampaknya ingin menegaskan bahwa perangkat lipat premium tidak harus kompromi pada durabilitas.
Jika dilihat sekilas, Mate X7 masih mempertahankan bahasa desain yang mirip dengan pendahulunya, Mate X6, lengkap dengan sudut melengkung dan frame aluminium. Namun, saat diperhatikan lebih dekat, perangkat ini membawa sejumlah penyempurnaan yang cukup terasa. Bodinya kini dibuat lebih ramping, lebih ringan, dan lebih siap dipakai dalam jangka panjang.
Desain Lebih Tipis, Bobot Lebih Ringan
Salah satu peningkatan paling mencolok ada pada dimensinya. Huawei Mate X7 memiliki ketebalan 4,5 mm saat dibuka dan 9,5 mm saat dilipat. Angka ini membuatnya tampil lebih elegan sekaligus lebih nyaman digenggam untuk kategori smartphone foldable. Bobotnya juga disebut 4 gram lebih ringan dibanding generasi sebelumnya.
Meski dibuat lebih tipis, Huawei tidak mengorbankan ketahanan. Mate X7 membawa sertifikasi IP58 dan IP59, yang berarti perangkat ini memiliki perlindungan terhadap debu, air, dan tekanan tinggi. Dalam konteks ponsel lipat, kombinasi tipis dan tahan banting seperti ini menjadi nilai jual penting, mengingat foldable selama ini kerap dipandang rentan dibanding ponsel biasa.
Huawei juga memperkuat sektor engsel dengan advanced precision hinge. Mekanisme ini dirancang agar penggunaan berulang tetap stabil dan awet dalam jangka panjang. Untuk perlindungan tambahan, layar perangkat dilapisi Crystal Armour Kunlun Glass, yang diklaim membantu meningkatkan ketahanan terhadap goresan sekaligus menjaga struktur internal tetap kokoh.
Layar Besar dengan Refresh Rate Adaptif
Di sisi tampilan, Huawei Mate X7 hadir dengan dua panel LTPO OLED yang sama-sama mengusung refresh rate adaptif 1 hingga 120 Hz. Layar cover berukuran 6,49 inci, sementara layar utamanya mencapai 8 inci. Keduanya menawarkan resolusi tinggi untuk mendukung pengalaman visual yang lebih tajam, baik saat dipakai untuk produktivitas maupun hiburan.
Penggunaan panel LTPO OLED juga memberi keuntungan dari sisi efisiensi daya, karena refresh rate bisa menyesuaikan kebutuhan penggunaan. Artinya, saat dipakai untuk aktivitas ringan, konsumsi baterai bisa lebih hemat, sementara saat scrolling atau bermain game, tampilan tetap mulus.
Kirin 9030 Pro, Baterai Besar, dan Kamera Warna Natural
Untuk urusan dapur pacu, Huawei membekali Mate X7 dengan SoC Kirin 9030 Pro, dipadukan dengan RAM 16 GB dan memori internal 512 GB. Kombinasi ini ditujukan untuk menangani multitasking berat, termasuk penggunaan layar besar yang biasanya menuntut performa stabil.
Daya tahannya juga dibuat agresif. Huawei Mate X7 membawa baterai berkapasitas 5.600 mAh, dengan dukungan pengisian daya 66W baik secara kabel maupun nirkabel. Kapasitas tersebut menjadi salah satu aspek penting untuk menopang layar besar dan fitur-fitur premium yang dibawanya.
Di sektor kamera, Huawei menonjolkan sistem True-to-Colour Camera 2.0 yang diklaim mampu menghasilkan warna lebih natural. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Huawei tidak hanya fokus pada desain lipat yang premium, tetapi juga pada hasil foto yang lebih realistis dan konsisten.
Huawei Mate X7 dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp27.999.000 dan tersedia dalam tiga pilihan warna: White Brocade, Nebula Red, dan Black. Selama periode peluncuran 5 Maret hingga 4 April 2026, Huawei juga menyiapkan sejumlah penawaran, mulai dari cashback bank, HUAWEI WATCH GT 5 Pro, trade-in cashback, screen insurance, hingga cashback tiket.com.
Perangkat ini bisa dibeli melalui kanal resmi online maupun offline di seluruh Indonesia, menandai langkah Huawei untuk memperkuat posisi di segmen foldable premium yang kini makin ramai diperhitungkan.
Atribusi sumber: informasi peluncuran dan spesifikasi mengacu pada keterangan resmi Huawei Indonesia.
