Harga Bitcoin mengalami penurunan yang signifikan dari USD 90.000 menjadi USD 60.000 dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Analisis dari 10x Research menunjukkan bahwa tekanan jual yang terjadi diduga dilatarbelakangi oleh arus dana institusional besar yang masuk ke pasar. Kabar terbaru juga menyebut adanya spekulasi yang berkembang terkait kejatuhan hedge fund bernilai miliaran dolar yang berbasis di Hong Kong, yang diyakini turut memperparah situasi penjualan Bitcoin.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari U.Today pada Jumat, spekulasi pasar terkait hedge fund ini diperkirakan memberikan dampak negatif terhadap harga Bitcoin yang merosot secara dramatis dari USD 90.000 menjadi USD 60.000 dalam waktu singkat. Kecepatan penurunan yang terjadi membuat banyak analis terkejut, bahkan beberapa pelaku pasar mengaku tidak siap menghadapi tekanan yang terjadi dengan cepat ini.
Dalam laporan terbarunya, 10x Research menulis bahwa penurunan harga Bitcoin secara signifikan dalam waktu singkat menggambarkan adanya perubahan sentimen pasar kripto secara global. Situasi ini menunjukkan bahwa pasar kripto bisa berubah dengan cepat, sehingga pelaku pasar dituntut untuk memiliki strategi yang matang. Setiap keputusan investasi kripto tetaplah ada di tangan pembaca, untuk itu penting untuk belajar dan menganalisis sebelum melakukan transaksi beli atau jual. Liputan6.com juga memberikan disclaimer bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

