crypto

Harga TON Melonjak Usai Kabar Ganti Nama Token CEO Telegram

Telegram Ambil Alih The Open Network dan Ubah Nama Token

Telegram telah resmi mengambil alih The Open Network setelah beberapa tahun meninggalkan rencana jaringan kripto akibat pengawasan regulasi. Hal ini diumumkan CEO dan pendiri Telegram, Pavel Durov, melalui salurannya, bahwa token Toncoin akan diubah namanya menjadi Gram, sesuai dengan nama asli yang direncanakan sebelumnya.

Gram: Nama Asli Token TON

Durov menjelaskan bahwa Gram adalah nama asli mata uang TON dalam white paper pertama. Dengan perubahan nama ini, Telegram membuka babak baru dalam pengembangan jaringan kripto tersebut. Meskipun nama token berubah, The Open Network tetap akan mempertahankan merek TON-nya, dengan proses perubahan nama diperkirakan akan memakan waktu sekitar tiga minggu.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya terbaru yang dijuluki “Make TON Great Again” yang dilakukan Telegram dalam mengembangkan jaringan kriptonya. Sebelumnya, Telegram telah mengumumkan bahwa mereka akan menggantikan TON Foundation sebagai kekuatan pendorong di balik TON dan menjadi validator utamanya. Selain itu, jaringan juga melakukan peningkatan biaya transaksi dan laju blok untuk memproses transaksi dengan lebih cepat.

Harga TON Merespons Positif

Setelah pengumuman perubahan nama token, harga TON langsung merespons positif dengan kenaikan lebih dari 13% dalam sehari terakhir. Harga terbaru TON mencapai US$ 2,12 atau sekitar Rp 37.913 (dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah). Bahkan sempat mencapai puncak US$ 2,26 atau Rp 40.417 pada awal hari.

Dalam sebulan terakhir, harga TON sudah naik sekitar 58%, meskipun masih turun sekitar 74% dari harga puncak yang mencapai $8,25 pada tahun 2024 saat popularitas game kripto Telegram sedang meningkat.

Source link