crypto

Harga Bitcoin Melonjak Setelah Trump Beri Sinyal Akhiri Konflik Iran

Harga bitcoin kembali bergerak naik pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memunculkan harapan bahwa ketegangan antara Washington dan Iran bisa mereda. Di tengah pasar yang masih sensitif terhadap isu geopolitik, aset kripto terbesar itu justru menunjukkan ketahanan yang cukup kuat. Data dari CoinMarketCap mencatat bitcoin menguat 3,86% dalam 24 jam terakhir dan naik 2,81% dalam sepekan.

Per pukul pembaruan terakhir, harga bitcoin berada di level USD 69.890,14 atau sekitar Rp 1,17 miliar, dengan asumsi kurs dolar AS di kisaran Rp 16.860. Kenaikan ini menambah perhatian pelaku pasar yang sejak awal pekan memantau arah pergerakan aset berisiko di tengah gejolak geopolitik dan sentimen makro yang belum sepenuhnya stabil.

Trump Beri Sinyal Konflik Bisa Segera Mereda

Dalam pernyataannya kepada CBS News, Trump menyebut operasi yang tengah dijalankan berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Ia juga menyampaikan harapan bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir. Komentar ini menjadi salah satu pemicu utama yang mendorong pasar bereaksi positif, setidaknya untuk sementara.

Pernyataan tersebut hadir di saat investor masih mencermati dampak lanjutan dari ketegangan di Timur Tengah. Pasar global sebelumnya dihantui kekhawatiran atas gangguan jalur perdagangan, terutama karena lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz yang vital dilaporkan terganggu. Situasi ini membuat banyak pelaku pasar tetap berhati-hati, meski sebagian aset berisiko mulai mendapat dorongan beli.

Bitcoin Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Pasar

Meski tekanan geopolitik masih terasa, bitcoin justru bertahan di zona kuat. Salah satu penopang utamanya datang dari minat beli yang masih stabil, termasuk dari perusahaan pengelola aset digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya meninggalkan bitcoin sebagai aset yang dianggap mampu menyerap gejolak dalam periode tidak pasti.

Di sisi lain, pergerakan bitcoin juga dipengaruhi oleh aksi sebagian pelaku pasar yang mulai menutup posisi jual. Joshua Lim, Global co-Head of Markets FalconX, menilai sebagian kenaikan harga terjadi karena para trader melakukan short covering atau penutupan posisi short di bitcoin. Aksi ini biasanya mempercepat kenaikan harga ketika sentimen berubah mendadak ke arah yang lebih positif.

Ethereum Ikut Menguat Sejalan dengan Sentimen Kripto

Penguatan tidak hanya terjadi pada bitcoin. Ethereum juga mencatat kenaikan 2,92% dalam 24 jam terakhir dan 2,27% dalam sepekan. Saat ini, harga Ethereum berada di level USD 2.043,53 atau sekitar Rp 34,45 juta.

Kenaikan Ethereum mengindikasikan bahwa sentimen positif di pasar kripto belum terbatas pada satu aset saja. Saat bitcoin bergerak naik karena kombinasi faktor geopolitik dan penutupan posisi jual, aset kripto utama lain ikut menikmati aliran minat yang serupa. Namun, seperti biasa, arah pasar masih bisa berubah cepat jika ketegangan politik kembali memanas atau sentimen risiko global berbalik arah.

Dengan kondisi yang masih bergerak dinamis, pasar kripto kini berada di persimpangan antara harapan meredanya konflik dan kekhawatiran bahwa gangguan di kawasan strategis belum benar-benar selesai.