Fyqieh Fachrur telah menilai bahwa kombinasi faktor makroekonomi serta regulasi memiliki peran penting dalam pergerakan harga Bitcoin. Pasar telah mulai memperhatikan adanya sinyal yang jelas mengenai penurunan tekanan kebijakan moneter, sementara regulasi kripto di AS juga menuju ke arah yang lebih positif. Kepastian mengenai regulasi menjadi faktor krusial bagi masuknya modal institusional, yang saat ini telah mulai diantisipasi oleh pasar.
Secara teknikal, Bitcoin telah keluar dari fase konsolidasi yang cukup panjang sejak akhir 2025. Penembusan area USD 94.000, yang kini menjadi support kuat, menunjukkan dominasi pembeli semakin solid. Dengan Bitcoin tetap bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji kembali area psikologis USD 100.000 masih terbuka.
Selain faktor regulasi dan inflasi, arus dana institusional juga menjadi salah satu pendorong utama. ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus masuk dana bersih lebih dari US$750 juta dalam satu hari, mencapai level tertinggi sejak Oktober 2025. Sementara itu, terjadi rotasi modal dari pasar saham dan emas, seiring dengan meningkatnya volatilitas di pasar keuangan tradisional.
Namun, Fyqieh juga memperingatkan bahwa volatilitas tetap menjadi karakteristik utama pasar kripto. Meski tren Bitcoin masih terlihat bullish, pasar kini memasuki fase yang sering disebut sebagai “bagian tersulit” dalam reli: setelah terjadi breakout, pergerakan berikutnya biasanya tidak secepat lonjakan awal karena harga cenderung melambat di level-level tinggi.
Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi berada di tangan pembaca. Karena itu, penting untuk belajar dan menganalisis sebelum membeli dan menjual kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.

