LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›Ekonomi›Haji Isam Tanggapi Logo Kemenhan di Kapal Pesiarnya
Ekonomi

Haji Isam Tanggapi Logo Kemenhan di Kapal Pesiarnya

Haji Isam Buka Suara soal Logo Kemenhan di Kapal Pesiarnya

Pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Samsuddin Arsyad atau Haji Isam buka suara terkait kapal pesiar mewah J7 Explorer miliknya yang mencantumkan logo Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan memicu perhatian di media sosial.

Haji Isam menyebut kapal berbobot 8.076 GT itu memang miliknya. Ia juga mengatakan kapal tersebut dibangun di Batam dan selesai pada 2022, melansir Antara, Sabtu (15/8).

Menurut Isam, J7 Explorer bukan digunakan untuk plesiran mewah. Kapal itu, kata dia, justru “disulap” menjadi kapal induk atau pangkalan bergerak (floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Ia menjelaskan kapal tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara para tenaga ahli, sekaligus titik tumpu rantai logistik di tengah sulitnya akses lapangan.

Isam juga menegaskan keterlibatan J7 Explorer menjadi bagian dari partisipasi swasta untuk merespons agenda prioritas ketahanan pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Untuk mengejar target cetak sawah di Merauke, Haji Isam mengungkapkan ribuan alat berat dan tenaga profesional dari dalam serta luar negeri dikerahkan langsung ke lokasi proyek.

“Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan,” ujar Isam.

Dia menuturkan keterlibatannya dalam proyek tersebut bukan semata soal untung rugi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab menjalankan amanah negara. Menurutnya, proyek itu diharapkan tidak hanya memperkuat stok pangan nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Papua.

Isam menyebut kondisi geografis Papua Selatan yang terisolasi dan minim infrastruktur darat membuat keberadaan J7 Explorer menjadi sangat penting. Kapal itu, kata dia, kini menjadi infrastruktur penunjang untuk menyukseskan proyek pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kapal swasta tersebut memang dikerahkan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia.

“Pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujar Brigjen TNI Rico dalam keterangan di Jakarta.

Ia menjelaskan penempelan logo Kemenhan pada kapal milik Jhonlin Marine Transport alias Haji Isam menandakan aktivitas operasional armada berada di bawah otoritas dan penugasan pemerintah.

Menurut Rico, kapal itu digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Sumber: Lihat sumber berita

Penulis

Redaksi_Ekonomi

Redaksi Ekonomi KabarDPR bertugas menyajikan informasi dan pemberitaan seputar perkembangan ekonomi nasional dan global, kebijakan fiskal dan moneter, dunia usaha, investasi, perdagangan, perbankan, pasar modal, industri, UMKM, ketenagakerjaan, energi, serta ekonomi digital.