Dampak Turunnya Harga Bitcoin Terhadap ETF dan Investor Institusi
Michael D’Agostino, jagoan dari Lido Advisors, memberikan pandangannya terkait total modal yang tersimpan di ETF Bitcoin yang hanya turun sekitar 15%, kontras dengan koreksi harga Bitcoin hingga mendekati 50%. Perbandingan ini mengungkap bahwa mayoritas investor institusi lebih memilih mempertahankan kepemilikan mereka daripada menjual aset ketika pasar sedang sulit.
Keyakinan Investor Institusi Terhadap Bitcoin
Menurut D’Agostino, sikap ini mencerminkan keyakinan investor besar terhadap prospek jangka panjang Bitcoin meskipun harganya fluktuatif. Ketika disinggung mengenai risiko sistemik dan potensi margin call yang bisa memicu penjualan paksa di kalangan investor institusi, ia menganggap risikonya cukup rendah.
“Saya tidak mengetahui adanya pemain besar yang terlalu mengandalkan leverage ekstrem,” ungkap D’Agostino. Ia menambahkan bahwa risiko likuidasi paksa lebih cenderung terjadi di platform perdagangan luar negeri yang memberikan leverage tinggi kepada investor ritel.
Sentimen Investasi Institusi
Sentimen investor institusi saat ini dinilai masih terukur dan rasional. Mereka lebih memperhitungkan cara efisien untuk mendapatkan modal tambahan guna meningkatkan eksposur pada aset dengan nilai jangka panjang.
“Mereka sedang mempertimbangkan opsi termurah untuk membeli aset yang mereka sukai. Saat harga Bitcoin berada di level US$ 125.000, mereka masih tertarik. Bahkan di US$ 100.000 atau US$ 65.000, minat mereka tetap tinggi,” papar D’Agostino.
