LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›Ekonomi›ESDM Siapkan 9.000 Hektare Lahan untuk Target PLTS 30 GW
Ekonomi

ESDM Siapkan 9.000 Hektare Lahan untuk Target PLTS 30 GW

ESDM Kantongi 9.000 Hektare Lahan untuk Kejar PLTS 30 GW

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengidentifikasi sekitar 9.000 hektare lahan yang siap dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 30 gigawatt (GW).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan lahan itu berasal dari aset yang dikuasai pemerintah, termasuk bank tanah yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Untuk persiapan 30 gigawatt, kita juga sudah melakukan identifikasi lahan-lahan pemerintah yang bisa dimanfaatkan, termasuk bank tanah yang dikontrol oleh ATR BPN,” ujar Yuliot kepada wartawan usai menghadiri Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8).

“Kan dari Kementerian ATR sudah mengidentifikasi lahan yang siap digunakan sekitar 9.000 hektare,” imbuh Yuliot.

Selain lahan pemerintah, ESDM juga menyiapkan pemanfaatan waduk untuk pembangunan PLTS. Salah satu lokasi yang disebut adalah Waduk Saguling di Jawa Barat.

Yuliot mengatakan kementeriannya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait pemanfaatan sumber daya air di kawasan tersebut.

“Termasuk juga pemanfaatan waduk. Jadi untuk minggu kemarin, saya juga sudah melakukan koordinasi bersama-sama dengan Wamen Pekerjaan Umum. Itu juga untuk Saguling, itu izin pemanfaatan sumber daya airnya sudah bisa diterbitkan,” ujarnya.

Menurut Yuliot, PLTS Saguling memiliki potensi kapasitas sekitar 100-150 MW. Proyek ini disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memanfaatkan lahan dan sumber daya yang tersedia untuk mempercepat pengembangan energi surya.

“Untuk Saguling potensinya sekitar 100-150 MW,” ujar Yuliot.

Program pembangunan PLTS tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam meningkatkan kapasitas energi terbarukan sekaligus mendukung transisi energi nasional.

Kementerian ESDM sebelumnya menyatakan percepatan pembangunan pembangkit energi terbarukan diperlukan, salah satunya untuk menyediakan sumber energi pengganti dalam rencana pengurangan pembangkit listrik dengan emisi tinggi.

Yuliot menambahkan, kesiapan lahan menjadi salah satu aspek yang terus dikebut pemerintah agar target pengembangan PLTS dapat direalisasikan.

Penulis

Redaksi_Ekonomi

Redaksi Ekonomi KabarDPR bertugas menyajikan informasi dan pemberitaan seputar perkembangan ekonomi nasional dan global, kebijakan fiskal dan moneter, dunia usaha, investasi, perdagangan, perbankan, pasar modal, industri, UMKM, ketenagakerjaan, energi, serta ekonomi digital.