Apple resmi merilis MacBook Neo sebagai laptop baru yang ditujukan untuk pengguna yang ingin memasuki ekosistem Mac dengan harga lebih terjangkau. Perangkat ini langsung menarik perhatian karena banderolnya jauh di bawah sebagian besar laptop Apple lainnya.
MacBook Neo dijual mulai 599 dolar AS atau sekitar Rp10,1 jutaan. Apple juga menawarkan harga khusus bagi pelajar 499 dolar AS, yang setara sekitar Rp8,46 juta. Harga tersebut membuat MacBook Neo berpotensi menjadi salah satu laptop Apple yang paling menarik bagi pengguna baru.
Selain harganya yang terjangkau, banyak orang penasaran dengan isi dari perangkat ini sendiri. Sebuah kanal YouTube Phone Repair Guru baru-baru ini melakukan teardown untuk melihat bagaimana desain internal laptop ini.
Hasil pembongkaran menunjukkan bahwa MacBook Neo memiliki desain yang relatif ramah untuk perbaikan. Banyak komponen penting dipasang menggunakan sekrup dan konektor, bukan lem seperti pada laptop modern. Beberapa komponen yang cukup mudah dilepas antara lain baterai, speaker, trackpad, port USB, hingga layar. Desain seperti ini membuat proses penggantian komponen atau servis menjadi lebih sederhana dibanding banyak laptop tipis saat ini.
Di bagian dalamnya juga terdapat motherboard yang cukup ringkas untuk ukuran laptop. Papan ini menampung komponen utama seperti SoC A18 Pro, DRAM, serta penyimpanan NAND. Meskipun begitu, komponen inti tersebut tetap disolder langsung ke motherboard, standar pada hampir semua laptop modern.
Desain yang lebih ramah perbaikan seperti ini cukup jarang terlihat pada laptop Apple dalam beberapa tahun terakhir. Menurut kalian, apakah faktor kemudahan perbaikan bisa menjadi nilai tambah yang membuat MacBook Neo lebih menarik dibanding laptop tipis lainnya?

