LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›Ekonomi›Danantara Bantah Isu Kredit Macet, Tegaskan Pinjaman Dijamin Negara Aman
Ekonomi

Danantara Bantah Isu Kredit Macet, Tegaskan Pinjaman Dijamin Negara Aman

Danantara Tepis Isu Kredit Macet, Tegaskan Pinjaman Dijamin Negara Aman

COO BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menepis anggapan bahwa penyaluran kredit Himpunan Bank Negara (Himbara) ke program pemerintah berisiko memicu kredit macet. Ia menegaskan, kredit yang dijamin negara justru merupakan kredit yang paling aman.

“Enggak, kredit yang paling secure itu kredit dijamin oleh negara kan? Jadi nggak mungkin macet kan? Dijamin oleh negara,” kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9).

Dony juga menyebut dari sisi bank, skema tersebut tetap aman karena pinjaman langsung dijamin negara. Menurut dia, tidak ada risiko kredit macet dalam kondisi seperti itu.

Di saat yang sama, ia menegaskan Himbara tidak mendanai program pemerintah. Skema pendanaan yang digunakan, kata Dony, bersifat business to business atau B2B.

“Ya, kita hanya memberikan kalau itu kredit ya sesuai dengan kredit yang normal aja,” ujar Dony.

Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara mengajukan pinjaman ke Himbara. Dony menyebut pinjaman perusahaan itu dijamin oleh negara.

Agrinas Pangan sebelumnya mendapatkan kucuran Rp240 triliun dari Himbara. Dana tersebut digunakan untuk pendanaan Koperasi Desa Kemitraan Mandiri Pangan (KDKMP) atau Kopdes, dengan angsuran Rp40 triliun per tahun selama enam tahun, dilansir dari Antara.

Pembayaran angsuran pertama pinjaman kepada Himbara dijadwalkan pada September 2026. Skema cicilan itu akan dibayarkan setelah mendapat verifikasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

KDKMP dikabarkan memperoleh fasilitas kredit dari bank Himbara dengan model pinjaman sampai dengan Rp3 miliar per gerai.

Sumber: CNN Indonesia

Penulis

Redaksi_Ekonomi

Redaksi Ekonomi KabarDPR bertugas menyajikan informasi dan pemberitaan seputar perkembangan ekonomi nasional dan global, kebijakan fiskal dan moneter, dunia usaha, investasi, perdagangan, perbankan, pasar modal, industri, UMKM, ketenagakerjaan, energi, serta ekonomi digital.