berita

Cara Kreatif Anggota BAIS TNI Mengatasi Cairan Air Keras

Jakarta, CNN Indonesia — Anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menggunakan cara kreatif dengan mencampur cairan pembersih karat dan air aki untuk menyerang aktivis KontraS, Andrie Yunus. Hal ini diungkapkan dalam persidangan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (13/5).

Detil Persidangan

Persidangan hari itu berfokus pada kesaksian para terdakwa. Terdakwa I, Sersan Dua Edi Sudarko, awalnya ingin memukul Andrie setelah aksi interupsi yang dilakukan olehnya. Namun, Terdakwa II, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, menyarankan agar Andrie disiram dengan campuran cairan tersebut untuk lebih efektif.

Dalam persidangan, diungkapkan bahwa latar belakang penyiraman air keras terhadap Andrie disebabkan oleh perasaan kesal dan emosi para terdakwa. Mereka merasa bahwa Andrie telah menginjak-injak institusi TNI dengan tindakan interupsi yang dilakukannya dalam rapat tertutup DPR dengan TNI.

Alasan dan Dakwaan

Keempat terdakwa diproses hukum atas kasus ini, yaitu Sersan Dua Edi Sudarko, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan Letnan Satu Sami Lakka. Mereka didakwa melanggar Pasal 469 ayat 1 subsider Pasal 468 ayat 1 lebih subsider Pasal 467 ayat 1 juncto ayat 2 juncto Pasal 20 huruf C Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Alasan para terdakwa menyiram Andrie dengan air keras adalah karena kesal dengan tindakan dan sikap Andrie yang dianggap merugikan institusi TNI. Aksi interupsi Andrie dalam rapat tertutup antara DPR dengan TNI terkait RUU TNI dinilai meresahkan para terdakwa.

Oditur Militer dalam persidangan menyoroti cara kreatif yang digunakan oleh para terdakwa dalam menyiram Andrie dengan campuran cairan berbahaya. Mereka menganggap bahwa tindakan ini sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan institusi TNI yang dinilai terganggu oleh aksi-aksi Andrie.

Dengan demikian, persidangan ini terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran di balik kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus oleh anggota Detasemen Markas BAIS TNI.

Source link