Kegagalan Marathon Menyebabkan Sony Alami Kerugian Besar
Permasalahan yang dialami game extraction shooter terbaru dari Bungie, yakni Marathon, akhirnya terungkap lewat laporan keuangan terbaru Sony. Kerugian besar ini membuat nilai Bungie turun drastis dan mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan.
Konfirmasi Kerugian Besar dari Laporan Finansial Sony
Dalam laporan finansial terbarunya, Sony mengonfirmasi adanya impairment loss sebesar USD 765 juta yang terkait langsung dengan studio Bungie. Hal ini membuat nilai Bungie turun drastis di bawah ekspektasi, terutama setelah akuisisi pada Juli 2022 yang mencapai USD 3.6 miliar.
Memang, sebagian besar kerugian mencapai USD 565 juta terjadi hanya dalam kuartal terakhir. Banyak yang memperkirakan bahwa Marathon, game extraction shooter terbaru Bungie, berhasil menyumbang kerugian tersebut.
Kritik Terhadap Marathon
Marathon mendapat banyak kritik terutama terkait gaya visual yang dianggap tidak ramah, antarmuka pengguna yang rumit, dan pendekatan gameplay extraction shooter yang terlalu memaksakan inovasi. Data pemain di Steam juga menunjukkan bahwa game ini hanya menggaet sekitar 6.000 pemain aktif dengan peak harian 15.000 pemain saja.
Kehadiran Marathon di pasar juga dianggap kalah bersaing dengan game extraction shooter lain yang sudah lebih dulu mapan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan masa depan Bungie, terutama setelah Sony mencatat penurunan nilai aset studio tersebut.
Kegagalan Marathon menjadi contoh risiko akuisisi mahal di industri game modern. Jika proyek-proyek Bungie selanjutnya tidak mampu memperbaiki performa finansialnya, kemungkinan pembubaran atau penggabungan Bungie ke dalam PlayStation Studios semakin terbuka lebar.
