Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan penggunaan dana sebesar Rp100 miliar yang disiapkan untuk pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pramono menegaskan bahwa dana tersebut tidak hanya digunakan untuk pembongkaran, tetapi juga untuk merapikan jalan dan pembuatan trotoar di kawasan Rasuna Said. Ia menegaskan bahwa biaya total untuk memperbaiki jalan Rasuna Said mencapai angka tersebut, bukan hanya untuk pembongkaran semata. Sebelumnya, Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta akan mulai membongkar tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said dan ditargetkan selesai pada September 2026.
Pemerhati Jakarta, Sugiyanto, menekankan bahwa biaya pembongkaran tiang monorel sepanjang Jalan HR Rasuna Said sebenarnya tidak lebih dari Rp300 juta. Angka Rp100 miliar yang sering disebutkan dalam pembicaraan sebenarnya merupakan total biaya untuk penataan kawasan, bukan hanya pembongkaran tiang. Sugiyanto menjelaskan perhitungan biaya pembongkaran secara rasional dan menekankan pentingnya pemahaman yang benar terkait alokasi dana ini.
Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru, Sugiyanto, juga menegaskan bahwa anggaran sekitar Rp100 miliar untuk proyek penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said merupakan langkah yang masuk akal demi menjadikan kawasan tersebut lebih tertata dan fungsional secara menyeluruh. Penataan trotoar dan perbaikan badan jalan akan menjadi bagian dari proyek tersebut. Sugiyanto berharap masyarakat memahami bahwa anggaran tersebut tidak semata-mata untuk pembongkaran tiang monorel, melainkan untuk peningkatan infrastruktur secara menyeluruh.

