Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan pemanfaatan blockchain dapat membantu mendorong petani Indonesia naik kelas. Menurut dia, teknologi itu perlu diposisikan sebagai bagian dari transformasi digital yang memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional.
Rachmat menyebut blockchain sebagai teknologi berbasis data yang kerap menyimpan catatan transaksi digital. Teknologi ini juga dikenal luas di kalangan pelaku pasar kripto.
Dalam Acara Indonesia Digital Blockchain Week 2026 di Jakarta, Rabu (26/8), ia mengatakan blockchain memiliki ruang besar bila digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata. Menurut Rachmat, kebutuhan itu mencakup peningkatan efisiensi, transparansi, traceability, integritas, dan kepercayaan.
Rachmat juga mencontohkan pengalaman seorang petani kopi yang berhasil mengembangkan sistem traceability hingga membangun sistem berbasis blockchain. Sistem tersebut memungkinkan konsumen dari berbagai negara berkomunikasi langsung dengan petani di Indonesia.
Ia menilai pengalaman itu menunjukkan blockchain dapat mempertemukan pelaku pembangunan dari tingkat desa hingga pasar internasional. Dalam pandangannya, teknologi ini bisa diterapkan dalam kerangka perencanaan pembangunan nasional untuk mendukung ekonomi digital, pemerintahan digital, dan tata kelola data yang lebih transparan serta terintegrasi.
Mengacu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, transformasi digital ditopang tiga pilar, yakni masyarakat digital, infrastruktur digital, dan pemerintahan digital. Pemerintah juga mendorong investasi teknologi baru, keterpaduan data, serta riset dan inovasi agar transformasi digital berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi berkualitas.
Rachmat menyampaikan kontribusi ekonomi digital terhadap PDB ditargetkan mencapai 12-13 persen pada 2029.
Sumber: CNN Indonesia



